Teluk Bintuni Terapkan Pola Hidup Tangani Covid-19
beritapapua.id - Teluk Bintuni Terapkan Pola Hidup Tangani Covid-19 - Akurat

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengapresiasi Kabupaten Teluk Bintuni dalam menerapkan pola yang cukup bagus dalam penanganan Covid-19. Ia berharap daerah lain belajar dari Kabupaten Teluk Bintuni dalam penanganan Covid-19. Gubernur Dominggus menilai upaya gugus tugas Teluk Bintuni yang begitu sigap menangani perkembangan kasus Covid-19. Hingga saat ini pun tidak ada kasus kematian akibat Covid-19 di daerah tersebut. Perkembangan kasus positif Covid-19 di Teluk Bintuni berlangsung cukup cepat dibanding daerah lain di Papua Barat. Namun, berkat penanganan yang serius, dalam waktu dua bulan lebih sedikit akhirnya semua pasien berhasil sembuh.

Kasus positif pertama di Teluk Bintuni ditemukan pada 19 April 2020, hingga mencapai angka 50 kasus pada 14 Juni 2020. Namun dalam waktu kurang dari dua setengah bulan seluruh pasien di daerah tersebut berhasil terbebas dari Covid-19. Pada 26 Juni 2020, pasien terakhir seorang perempuan berusia 41 tahun. Pasien ini berasal dari Distrik Babo dinyatakan sembuh dengan tes PCR dua kali berturut-turut menunjukkan hasil negatif. Sudah 15 hari sejak 14 Juni 2020 tidak ada temuan kasus baru di daerah tersebut. Kendati demikian saat ini masih ada sebanyak 78 orang tanpa gejala (OTG), satu orang dalam pemantauan (ODP) serta tiga pasien dalam pengawasan (PDP).

Baca Juga: Rumah Sakit Terapung di Teluk Bintuni, Papua Barat

Kesiapan Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat

Juru bicara pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni pada percepatan penanganan Covid-19, Wiendo Syahputra mengutarakan bahwa saat ini fokus untuk mengantisipasi kasus baru. Untuk mencegah temuan kasus baru, tim kesehatan yang tergabung dalam gugus tugas Covid-19 tetap siap melakukan skrining serta pelacakan kontak. Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat menjalankan aktivitas di luar rumah. Gugus tugas juga terus memberikan vitamin kepada OTG untuk menjaga agar kekebalan tubuh terjaga sehingga bisa mengakhiri masa pemantauan dalam kondisi tubuh yang sehat. Puluhan OTG tersebut saat ini menjalani isolasi mandiri dengan pengawasan ketat petugas kesehatan di wilayah masing-masing.

 “Sekali lagi kami sampaikan bahwa OTG adalah orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif dan mereka memiliki potensi besar untuk tertular. Maka sesuai prosedur Kementerian Kesehatan, kita harus memantau kondisi mereka secara ketat selama 14 hari juga memberikan vitamin agar akhirnya tidak jadi pasien positif Covid-19,” ujarnya Wiendo Syahputra dilansir dari bisnis.com Senin, (29/6/2020).

Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni juga tidak terburu-buru dalam menerapkan normal baru meskipun seluruh pasien positif Covid-19 telah sembuh. Pemkab mengutarakan bahwa untuk menerapkan tatanan baru pihaknya akan tetap mengacu pada kriteria yang ditentukan World Health Organization (WHO) serta gugus tugas nasional percepatan penanganan Covid-19. Saat ini gugus tugas bersama pemerintah daerah setempat sedang berproses untuk mematangkan persiapan menuju tatanan hidup baru.

Dari sisi fasilitas kesehatan (Faskes) Teluk Bintuni seperti Faskes primer yang meliputi puskesmas, rumah sakit rujukan, peralatan dan petugas medis serta sarana prasarana pendukung yang dibutuhkan sudah tersedia. Bahkan Pemkab sudah memiliki dua alat PCR yang bisa memeriksa 90 hingga 120 sampel dalam satu hari dan dioperasikan pada laboratorium rumah sakit. Obat-obatan dan ruang isolasi di rumah sakit pun sudah cukup. Gugus tugas saat ini sedang menyiapkan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19.