Tembok Pembatas Tanah Hitam Roboh, Dua Anak Tewas
Beritapapua.id - Tembok Pembatas Tanah Hitam Roboh, Dua Anak Tewas - Antara

Tembok Pembatas Tanah Hitam Roboh, Dua Anak Tewas – Tembok pembatas di Tanah Hitam, Kampung Enggros, Kota Jayapura roboh akibat dari hujan deras yang mengguyur pada Rabu malam (30/1/2020). Luapan air dari saluran air merobohkan tembok, sehingga menimpa dua unit rumah warga yang ada pada kawasan kompleks SD Inpres. Dan menewaskan dua orang anak.

Mengutip dari Jubi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura, Bernard J Lamia, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIT. Namun ia mengakui belum mengetahui pasti siapa pihak yang membangun tembok tersebut. Diduga tembok tersebut dibangun oleh pihak pengembang perumahan. Yang mana sebelumnya, bagian tembok itu juga pernah roboh namun tidak sampai menimbulkan korban.

“Di sampingnya pemukiman masyarakat ada BTN yang dibatasi dengan tembok, di batas itu ada saluran air yang dulu alami, (tapi sekarang) gotnya menyempit karena pemukiman mulai bangun kiri kanan, jadi hujan, air agak besar, got sedikit tersumbat, air hajar tembok itu timpa dua unit rumah penduduk, dua anak yang meninggal,” ujar Bernard.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Biaya Test Usap Tidak Bebani Masyarakat

Kronologi Menginggalnya Dua Anak

Tembok Pembatas Tanah Hitam Roboh, Dua Anak Tewas
Beritapapua.id – Tembok Pembatas Tanah Hitam Roboh, Dua Anak Tewas – Jubi

Kepala Suku Itaar, Zeth Itaar, menjelaskan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIT. Saat itu hujan deras serta angin dan Guntur sedang melanda daerah itu. Derasnya aliran air membuat drainase dengan lebar 50 cm pada belakang ruko, tidak bisa menahan air. Sehingga meluap dan merobohkan tembok pembatas setinggi dua meter.

Sebelumnya di atas drainase dipalang dengan kayu, air mengalir membawa sampah, namun tersangkut pembatas. Volume air semakin membesar dan akhirnya meluap hingga merobohkan tembok. Runtuhan tembok selanjutnya menimpa dua rumah warga milik keluarga Sem Andarek dan Fransina Foa. Rumah dua keluarga yang sebagian besar konstruksinya berbahan kayu itu roboh dan menimpa dua anak yang berada dalam rumah.

“Anak laki-laki dua orang ini, meninggal karena kena strom dari aliran listrik di dalam rumah yang sudah banjir dan roboh sehingga tidak bisa diselamatkan. Jadi, bukan meninggal karena longsor,” Jelas Itaar.

Itaar juga menjelaskan bahwa evakuasi korban dari dalam rumah, berhasil dilakukan oleh warga yang datang membantu dengan melewati belakang rumah setelah air surut. Selanjutnya pihaknya juga akan mengadakan pembicaraan dengan pemilik tembok, untuk meminta pertanggungjawaban.