Tempat Karaoke Milik Ahmad Dhani Disegel Pemprov
beritapapua.id - Tempat Karaoke Milik Ahmad Dhani Disegel Pemprov - Youtube

Tempat Karaoke Milik Ahmad Dhani Disegel Pemprov – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dikabarkan akan melakukan penyegelan sementara untuk tempat karaoke ‘Masterpiece’ milik musisi Ahmad Dhani yang berlokasi di Mangga Besar. Masterpiece diduga tidak mengindahkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19, dengan tetap beroperasi secara sembunyi-sembunyi. Padahal sesuai ketentuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) tempat hiburan dilarang buka sementara.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Bambang Ismadi mengatakan pihaknya sudah memanggil manajemen terkait hal ini. Karena sudah melanggar Keputusan Gubernur Nomor 805 Tahun 2020 tentang Perpanjangan PSBB Transisi dan Surat Keputusan Kepala Dinas Pariwisata Nomor 211 Tahun 2020. Ia juga sudah memberikan Surat Peringatan (SP) 1 kepada pengelola Masterpiece.

“Kami datang Jumat 7/8/2020 malam sekitar pukul 21.00 WIB, di pintu depan sepi namun dijaga security. Ketika kami berhasil masuk, kami temukan ada satu lantai yang beroperasi dengan sekitar lima orang di dalam satu ruangan. Langsung kami buat BAP (berita acara pemeriksaan),” kata Bambang saat dimintai keterangan.

Diketahui, tempat hiburan malam seperti karaoke, diskotek, spa dan sejenisnya belum diizinkan untuk beroperasi pada masa transisi ini. Jika melanggar, akan dikenakan hukuman dan ada denda sebesar Rp25 juta bagi perusahaan/tempat usaha tersebut.

Baca Juga: Ibas: Zaman SBY Ekonomi Kita Meroket

Room Karaoke Berpotensi Jadi Tempat Penyebaran Virus

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup sejumlah lokasi hiburan dan rekreasi selama dua pekan berkenaan dengan status tanggap darurat bencana covid-19. Tak terkecuali dengan tempat karoke yang berpotensi menularkan virus. Karena mengingat dengan ruangan tertutup, tidak berventilasi udara sangat rentan dan cepat penularannya.

Anies juga mengatakan pihaknya akan menindak tegas warga yang masih membuat kerumunan atau kegiatan mengumpulkan orang banyak. Pemprov DKI sudah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya untuk menertibkan orang yang masih membuat kerumunan.

Namun dilain pihak, Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) DKI Jakarta melakukan unjuk rasa di depan Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Selasa 21/7/2020. Mereka menganggap pemerintah, baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi DKI Jakarta tak memberikan perhatian kepada pengusaha hiburan.

Tak hanya itu, banyak juga pengusaha hiburan yang merugi dan tak mampu membayar sewa gedung, hingga harus gulung tikar karena tidak mendapatkan pemasukan. Mereka yang memaksakan diri untuk bertahan pun harus mengeluarkan biaya pribadi.