Tempat Wisata Sepi dan
beritapapua.id - Tempat Wisata Sepi dan "Kota Mati" Karena Corona - Grid Health

Dampak Virus Corona memang sangat terasa, tidak hanya di Indonesia bahkan dunia pun terkena dampaknya. Tempat wisata pun ikutan sepi pengunjung karena takut terkena wabah corona. Untuk berjaga-jaga kebanyakan orang lebih memilih berdiam diri dirumah, sejumlah tempat wisata. Yang biasanya ramai oleh pengunjung mendadak sepi, jalanan kota pun tak dipadati oleh aktivitas kendaraan.

Di Indonesia pemerintah setempat telah menutup beberapa tempat wisata, untuk mencegah terjadinya pertemuan antara banyak orang dalam satu tempat. Beberapa objek wisata mengalami penurunan drastis jumlah kunjungan wisatawan. Diantaranya adalah Pantai Timang di Yogyakarta, Glamping Lake Side di Bandung, bahkan Pulau Dewata Bali juga sepi pengunjung.

Baca Juga: 116 Penumpang yang Tiba Di Ambon KM Nggapulu Dikarantina

Beberapa Kota Juga Ikut Menjadi “Kota Mati”

Kekosongan bukan terjadi di tempat-tempat wisata saja. Tapi juga di Kota Wuhan yang menjadi titik nol penyebaran virus corona. Sebelumnya, Kota Wuhan juga sempat diisolasi untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19.

Di berbagai belahan dunia seperti Italia, yang biasanya ramai pengunjung mendadak sepi bak kota mati. Kondisi ini merupakan yang pertama kali terjadi di Italia menyusul sebagian wilayahnya di negara itu diisolasi karena ancaman wabah virus corona atau COVID-19.

Hal serupa juga terjadi di Venesia, kota yang sering dibanjiri turis dari seluruh dunia itu kini hampir sepi. Tidak ada kerumunan orang terlihat di St Mark’s Square. St Mark’s Basin, di mana terdapat Grand dan Giudecca dan St Peter’s Square di Vatikan juga sepi pengunjung karena adanya perintah untuk tidak mengunjungi tempat publik hingga 3 April mendatang.

Awal tahun 2020 menjadi momen tak terduga bagi pariwisata Jepang, sejumlah tempat wisata di Kyoto yang biasanya selalu dipadati oleh turis menjadi sangat sepi dikarenakan menyebarnya Virus Corona. Adanya larangan untuk rombongan besar bepergian ke luar negeri dari pemerintah China sendiri. Hal ini membuat jumlah kunjungan turis China di Jepang, khususnya di Kyoto menjadi menurun drastis.

Tidak hanya turis internasional, rupanya kunjungan turis domestik ke Kyoto juga menurun. Seorang pemilik toko di sekitar kuil Kinkakuji berpendapat hal tersebut berlaku juga untuk turis domestik dan turis Barat.

Pattaya Park Ressort di Thailand resort ini biasanya dikunjungi banyak wisatawan, baik dalam maupun luar negeri. Namun kini, tempat wisata itu lebih mirip taman rekreasi yang ditutup sehingga tak ada orang di dalamya.

Hanya warga lokal yang terlihat wara-wiri melakukan aktivitasnya mencari rezeki. Selain Pattaya, Bangkok yang menjadi ibu kota juga tidak ketinggalan. Wat Arun yang indah dan selalu jadi buruan traveler juga jadi sepi pengunjung. Padahal kuil ini selalu dikunjungi karena desainnya yang unik dan Instagramable.