Tepat Hari ini 21 Mei Runtuhnya Rezim Orde Baru
beritapapua.id - Momen terakhir BJ Habibie bersama Soeharto adalah ketika Soeharto lengser jadi Presiden RI setelah 32 tahun menjabat (foto : reuters)

Rezim orde baru secara resmi bubar pada tanggal 21 Mei 1998. Hari ini, 23 tahun silam, merupakan puncak kemenangan suara rakyat. Soeharto, diktator yang memimpin Indonesia selama 32 tahun, mengundurkan diri.

Adapun pidato Soeharto yang disambut tempik sorai seluruh masyarakat Indonesia adalah sebagai berikut:

“Sejak beberapa waktu terakhir, saya mengikuti dengan cermat perkembangan situasi nasional kita, terutama aspirasi rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Atas dasar pemahaman saya yang mendalam terhadap aspirasi tersebut dan terdorong oleh keyakinan bahwa reformasi perlu dilaksanakan secara tertib, damai, dan konstitusional.

Dengan memperhatikan keadaan di atas, saya berpendapat sangat sulit bagi saya untuk dapat menjalankan tugas pemerintahan negara dan pembangunan dengan baik. Oleh karena itu, dengan memperhatikan ketentuan Pasal 8 UUD 1945 dan secara sungguh-sungguh memperhatikan pandangan pimpinan DPR dan pimpinan fraksi-fraksi yang ada di dalamnya, saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari Kamis, 21 Mei 1998.”

Vox Populi Vox Dei – Suara Rakyat adalah Suara Tuhan

Mundurnya Soeharto saat itu merupakan hasil dari jalan panjang reformasi. Gelombang protes yang dilakukan oleh mahasiswa menyusul peristiwa Kudatuli pada tahun 1997, rupanya menjadi momentum bergulirnya era baru.

Mahasiswa dan rakyat yang turun ke jalan beberapa waktu lamanya, berubah menjadi peristiwa berdarah yang menjadi headline seluruh media internasional.

Baca Juga : Pemerintah Optimalisasi Bansos Papua dan Papua Barat

Soeharto tak lagi mampu menahan gelombang massa yang menginginkan dirinya untuk mundur. Peristiwa 13-14 Mei 1998 dengan ribuan korban keturunan Tionghoa menjadi sederet peristiwa memilukan yang mencoreng nama Indonesia di wajah dunia.

Tahun itu, baik mahasiswa dan aktivis termasuk Alm Gus Dur, Megawati Soekarnoputri dan Amien Rais hanya punya satu tujuan yang tegas: “Soeharto harus turun”

Tampuk kepemimpinan pun beralih sementara ke Habibie yang kala itu menjabat sebagai wakil presiden RI, sebelum diadakannya pemilihan umum.

Era Baru Indonesia Dimulai. Masihkah Diteruskan, Reformasi Itu?

Paska reformasi, Indonesia seolah menghadapi masa depan yang penuh pengharapan. Kekuatan dan kedaulatan rakyat yang selama ini hilang, kini kembali.

Namun, 23 setelah bergulirnya reformasi, apakah Indonesia sudah berjalan ke arah yang benar? Tokoh-tokoh reformasi yang dahulu berada di belakang rakyat, apakah sudah memperjuangkan betul apa yang menjadi hak rakyat?