Terdakwa Penipuan 2,6 M di Jayapura di Vonis Bebas
beritapapua.id - Korban Tony Hartato bersama istrinya Emyliana di dampingi pengacaranya Sharon W Fakdawer. (Foto: Itsimewa)

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jayapura memvonis bebas terdakwa dugaan tindak pidana penipuan Gerson Y. H.

Terdakwa diduga melakukan penipuan terkait kasus jual beli tanah terhadap korban Tony Hartato dan istrinya Emyliana.

Dalam Sistem Informasi Penelusuran PN Jayapura pada bagian putusan, tertulis bahwa (1) terdakwa telah terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan kepadanya dalam dakwaan alternatif pertama, tetapi perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana.

(2) membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum dan (3) memberikan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat martabatnya.
Tony Hartato dan istrinya Emyliana mengaku kecewa atas putusan sidang yang membebaskan terdakwa.

Menurutnya, ia adalah korban yang awalnya berniat membeli tanah dan saat ini sudah merugi hingga Rp 2,6 miliar.

Tony Hartato juga memandang bahwa dalam kasus tersebut terdapat keganjalan, sehingga ia bersama sang istri bertekad untuk melaporkan hal itu kepada Komisi Yudisial (KY).

“Saya memandang aneh kasus ini dan saya tidak akan tinggal diam, saya akan terus mencari keadilan,” ungkap Tony Hartato kepada sejumlah awak media belum lama ini.

Sebelumnya, pihaknya telah melakukan laporan kepada Komisi Kejaksaan RI dan mengaku mendapat respon yang baik.

“Saya apresiasi komisi kejaksaan dan soal hal lain akan saya laporkan, termasuk kasus yang berlarut-larut,” ucapnya.

Sesaat setelah pembacaan vonis putusan, sang istri Emyliana bahkan sempat tak terima dengan melakukan aksi protes.

Ia mengharapakan, tak ada oknum–oknum yang bermain dalam kasusnya itu.

“Saya berharap aparat hukum pakai hati, pakai hati,” ujarnya.

Sebelumnya dalam sidang tuntutan, JPU menuntut terdakwa 5 bulan penjara. Sidang tuntutan itu sudah terlaksana pada 22 Februari 2022.

Kronologi Kasus

Kasus ini bermula ketika terdakwa meminjam sejumlah uang kepada korban. Setelahnya, terdakwa menawarkan sebidang tanah seluas seribu meter persegi dengan nilai Rp 2,6 miliar. Belakangan, tanah tersebut tidak ada dan hanya fiktif belaka.

Korban Tony Hartato dan istrinya Emyliana sempat percaya dengan korban, karena merupakan tokoh masyarakat setempat dan sering bertemu korban.

Baca Juga: KM Sinabung Menabrak KM Nusantara 63 Hendak Berlabuh di Pelabuhan Biak

Korban mengaku pernah diajak untuk melihat lokasi tanah tersebut. Bahkan, ia juga diberikan surat pelepasan tanah.

“Saat proses surat-surat dan saya tanya setifikatnya tak kunjung ada, bahkan saat kami tunjukkan surat pelepasan kepada pihak yang mengurus bahwa tanah ini tidak ada,“ kata Tony Hartato.

Merasa ditipu, Tony Hartato kemudian melaporkan kasus tersebut kepada Polda Papua pada Juli 2020 lalu.

Kasus itu sendiri telah bergulir di PN Jayapura sejak 1 Juli 2021 dengan Nomor Perkara 315/Pid.B/2021/PN.Jap.