Terlalu Vulgar Penari Perut ini Diancam 3 Tahun Penjara
beritapapua.id - Terlalu Vulgar Penari Perut ini Diancam 3 Tahun Penjara - Wolipop

Terlalu Vulgar Penari Perut ini Diancam 3 Tahun Penjara – Seorang penari perut di Mesir Sama El-Masry pada Sabtu 27 Juni 2020, divonis penjara tiga tahun penjara. Pasalnya video yang diunggahnya ke TikTok mengandung tindakan asusila. Selain penjara, penari itu juga diwajibkan membayar uang denda 300 ribu pound Mesir atau Rp265 juta.

Diketahui, Mesir telah membuat peraturan mengenai kejahatan dunia maya pada 2018 silam yang artinya pemerintah berhak menyensor postingan online dan memonitori komunikasi. Sebuah akun TikTok yang menampilkan video tarian seksi Sama pun ditemukan.

Namun, El-Masry membantah tuduhan tersebut karena ia tak merasa membuat akun yang menunjukkan unggahan tarian seksinya itu. Wanita itu mengaku konten-konten itu dicuri tahun lalu, setelah ponselnya hilang. Akan tetapi, Pengadilan Ekonomi Pelanggaran di Kairo mengatakan El-Masry telah melanggar prinsip dan nilai-nilai keluarga.

Dia diduga menggunakan situs media sosial dan akunnya dengan tujuan melakukan imoralitas. El-Masry mengatakan berencana akan mengajukan banding atas vonisnya. Dia dihukum selama 15 hari karena diduga mengunggah foto dan video yang tidak senonoh. Influencer ini mempunyai jumlah pengikut di media sosial sebanyak 1 juta pengikut.

Baca Juga: Zico Berduet dengan Rain dalam Summer Hate

Negara Mesir Perketat Aturan Untuk Penggunaan Media Sosial

Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi menandatangani peraturan terkait perketat pengawasan internet oleh pemerintah. Aturan tersebut memberikan kewenangan bagi Pemerintah Mesir untuk memblokir situs yang dinilai mengancam keamanan dan ekonomi nasional.

Meski demikian, peraturan tersebut mendapat tentangan dari aktivis Hak Asasi Manusia (HAM). Asosiasi kebebasan berpendapat dan berekspresi mengatakan, lebih dari 500 situs telah ditutup tak lama aturan baru itu disahkan. Pelaku yang terbukti bersalah bisa dijebloskan ke penjara maksimal lima tahun. Sementara denda berkisar antara 10.000 pound Mesir hingga 20 juta pound Mesir (sekitar Rp81, juta-Rp16,3 miliar).

Sebelumnya, Anggota Parlemen Mesir John Talaat meminta Perdana Menteri Mostafa Madbouly untuk meningkatkan pemantauan dan penyensoran aplikasi yang digunakan kaum muda untuk mengunggah video yang tidak etis dan tidak pantas.

Pada 2018, pemerintah Mesir mengadopsi hukum kejahatan dunia maya yang memberikan pemerintah untuk menyensor internet dan melakukan pengawasan komunikasi. Undang-undang peraturan media juga memungkinkan pihak berwenang untuk memblokir akun media sosial seseorang.