Ternyata, Protein Susu Kedelai Lebih Besar dari Susu Sapi
beritapapua.id - ilustrasi susu kedelai (foto : iStock)

Secara umum, susu kedelai mengandung banyak protein dan vitamin yang baik bagi tubuh. Misalnya, vitamin B3, B1, B2, dan C. Kemudian, adapula kandungan protein, kalsium, fosfor, dan kalium.

Dalam secangkir susu kedelai terdapat 100 kalori, 7 gram protein, 4 gram lemak, dan 8 gram karbohidrat. Selain itu, secangkir kedelai juga mengandung 1 gram serat, dan 6 gram gula.

Selanjutnya, susu kedelai biasanya menjadi alternatif bagi mereka yang alergi susu sapi. Hal ini biasanya terjadi kepada mereka yang alergi pada kandungan laktosa pada susu sapi. Sehingga, mereka akan sakit perut kembung saat mengonsumsinya.

Bagi sebagian orang, susu sapi memang terasa lebih nikmat dari susu kedelai. Namun, tahukah Anda jika kandungan protein susu kedelai lebih besar dari kandungan susu sapi?

Dalam 100 gram susu sapi terdapat 3,22 gram protein. Sedangkan susu kedelai memiliki 3,50 gram protein. Ini artinya susu kedelai mengandung setidak sedikit lebih banyak protein dari pada susu sapi. Namun, kalori susu kedelai lebih sedikit dari susu sapi.

Perbedaan ini merujuk pada perdebatan antara susu sapi dan kedelai. Manakah antara dua susu tersebut yang lebih baik?

Kendati demikian, susu kedelai tetap memiliki kelemahan, yakni pada kandungan B12 dan asupan kalsium. Meski susu kedelai mengandung vitamin B, namun susu ini bukan sumber vitamin B12.

Selain itu, susu kedelai tidak memberikan asupan kalsium. Susu kedelai hanya mengandung 25 miligram kalsium. Sedangkan susu sapi mengandung sekitar 125 miligram kalsium. Lantas apa manfaat praktis susu kedelai bagi tubuh?

1. Menjaga Kesehatan Otak dan Kesehatan Jantung

Adalah kandungan asam lemak omega 3 yang berperan dalam menjaga kesehatan otak. Zat tersebut merupakan zat yang mampu menurunkan risiko penyakit demensia dan penyakit alzheimer.

Baca Juga : Penerimaan CPNS 31 Mei 2021 Mundur!

Selain otak, asam lemak omega 3 juga berperan dalam meningkatkan kesehatan kardiovaskular. Misalnya, meningkatkan kolesterol baik dan mengurangi pembentukan plak dalam pembuluh darah.

2. Mengurangi Gejala Menopause

Selanjutnya, ternyata susu kedelai baik dalam mengurangi gejala menopause. Hal ini karena susu kedelai mengandung isoflavon. Zat ini juga terkenal dengan nama fitoestrogen. Menurut sejumlah ahli, kandungan ini mampu mengurangi gejala menopause.

Namun, isovaflon atau fitoestrogen memiliki efek samping. Melansir dari kompas, isovlafon dapat mengurangi fungsi tiroid. Hal ini dapat kita minimalisir dengan mengonsumsi yodium yang cukup. Misalnya, garam beryodium.

Dengan demikian, susu kedelai dapat menjadi alternatif bagi mereka yang alergi susu sapi. Selain itu, bagi mereka yang hendak menurunkan berat badan, maka susu kedelai dapat menjadi pilihan tepat.

Namun, jangan lupa berdoa sebelum mengonsumsi susu kedelai, ya!