Tes SWAB saat Puasa, Batalkah? Ini Penjelasannya
Ilustrasi Tes SWAB (foto : bisnis.com)

Tes SWAB saat Puasa, Batalkah? Ini Penjelasannya – Bulan suci Ramadhan sudah dekat. Masyarakat berbondong-bondong menyiapkan segala apa yang perlu untuk menyambut bulan suci tersebut. Namun, hingga saat ini pandemi Covid-19 belum juga berakhir.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah perihal tes SWAB atau Rapid Test Antigen. Pasalnya, kedua tes tersebut perlu memasukkan alat tes ke dalam hidung. Padahal, memasukkan benda ke dalam tubuh pada bulan puasa dapat membatalkan ibadah tersebut.

Mengutip dari tirto, hal tersebut termaktub dalam kitab Fath al-Qarib. M. Ali Zainal Abidin, juga pernah menjelaskan hal tersebut.

“Puasa seseorang bisa menjadi batal jika ada benda yang masuk ke dalam salah satu lubang yang berpangkal pada organ bagian dalam (jauf). Seperti mulut, telinga atau hidung. Kejadian itu membatalkan puasa, jika benda masuk karena sengaja,” ungkap M. Ali Zainal Abidin, mengutip dari tirto.id.

Lantas, apakah tes SWAB atau Antigen membatalkan puasa?

Sebagian Besar Ulama: Tes SWAB Membatalkan Puasa

Ulama NU setuju bahwa tes SWAB dan Rapid Test Antigen membatalkan puasa. Dalam penjelasan lainnya, tes Covid-19 tersebut mirip dengan tindakan As-Sa‘uth dalam fikih Islam.

Syekh Wahbah Az-Zuhayli mengatakan,

والسعوط صبه في الأنف

“As-Sa‘uth’ adalah menuangkan obat ke dalam hidung,” (Syekh Wahbah Az-Zuhaily, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, [Beirut, Darul Fikr: 1985 M/1405 H], cetakan kedua, juz II, halaman 652).

 Baca Juga : Minyak Seperti Apa yang Sebabkan Kanker?

Kemudian, mahzab As-Syafi’i juga membahas hal tersebut. Mereka berpandangan bahwa orang yang berpuasa harus menahan diri dari memasukkan sesuatu ke dalam tubuh. Termasuk hal yang bukan makanan.

و الخامس الإمساك (عن دخول عين) من أعيان الدنيا وإن قلت ولم تؤكل ما يسمى (جوفا) كباطن أذن وهو ما وراء المنطبق والأنف ما وراء القصبة جميعها

“Kelima adalah menahan (dari kemasukan suatu benda) dari sekian benda dunia. Meski sedikit dan tidak dapat dimakan ke dalam apa yang disebut sebagai (rongga). Seperti bagian dalam hidung, yaitu sesuatu di balik lapisan. Sementara hidung adalah sesuatu di sepanjang pipa/rongga hidung,” (Habib Abdullah bin Husein bin Thahir, Is’adur Rafiq, [Surabaya, Maktabah Al-Hidayah: tanpa catatan tahun], juz I, halaman 115-116).

Dengan demikian, sebaiknya apabila kita hendak melaksanakan tes, lakukanlah setelah berbuka. Ulama sepakat bahwa tes SWAB dan Antigen membatalkan puasa.