Thinus Bahabol Menyampaikan Kendala Pasarkan Souvenir Yahukimo
Beritapapua.id - Thinus Bahabol Menyampaikan Kendala Pasarkan Souvenir Yahukimo - Suara Papua

Thinus Bahabol Menyampaikan Kendala Pasarkan Souvenir Yahukimo – Thinus Bahabol, seorang manajer souvenir Yahukimo mengutarakan kendala yang dihadapinya dalam memasarkan aneka souvenir tradisional Papua khas Yahukimo. Usaha kerajinan tangan berbagai jenis alat tradisional Papua yang dikembangkan anak-anak muda asal kabupaten Yahukimo.

“Begini sudah, kami terpaksa jual di pinggiran jalan. Sebenarnya kami mau pasarkan dari tempat yang bagus. Tetapi belum ada perhatian (dari pemerintah daerah),” kata Thinus saat melansir dari suarapapua.

Thinus mengaku tempatnya untuk memasarkan aneka souvenir tradisional Papua kurang layak. Di tempat usaha itu ia dan teman-temannya memajang berbagai kerajinan tangan lokal. Dengan tujuan untuk melestarikan alat-alat budaya berupa hiasan kepala, noken, gelang, kalung, dan lainnya. Bahan-bahan kerajinan itu berasal dari distrik dan kampung di kabupaten Yahukimo. Beberapa lainnya dari luar Yahukimo.

“Umumnya Papua, khusus dari 51 distrik dan 517 kampung di Yahukimo kami pesan baru didatangkan, seperti bulu ayam, bulu Kasuari, taring babi, Cenderawasih, dan noken. Ini semua dari Yahukimo. Kalau bia laut itu memang dari pantai,” jelas Thinus.

Baca Juga: Antisipasi Bandara Soetta Terhadap Kepulangan Rizieq

Thinus Berharap Adanya Perhatian Dari Pemerintah

Thinus Bahabol Menyampaikan Kendala Pasarkan Souvenir Yahukimo
Beritapapua.id – Thinus Bahabol Menyampaikan Kendala Pasarkan Souvenir Yahukimo – befreetour

Thinus berharap adanya perhatian dari pemerintah supaya karya kerajinan tangan bisa dipasarkan dari tempat yang layak. Mengingat kendala yang tengah mereka hadapi saat ini.

“Usaha souvenir ini masalahnya bagaimana kembangkan dan besarkan. Kalau bisa pemerintah ijinkan saya untuk masuk di ruko,” pinta Thinus.

Sementara itu, Lais Bahabol, salah seorang anggota pengrajin menjelaskan, beberapa waktu lalu sempat mengajukan permohonan ke pemerintah daerah melalui instansi teknis, tetapi masih belum mendapat respon.

“Pemerintah harus serius perhatikan anak-anak yang punya semangat untuk kembangkan usaha apapun, termasuk kerajinan tangan ini. Kami perlu lestarikan alat-alat tradisional Papua khususnya dari Yahukimo. Tetapi sementara jualnya dari tempat seperti ini. Kalau kedepan pemerintah perhatikan, kami akan jual di tempat yang bagus,” Ujar Lais.

Beberapa waktu yang lalu, usaha tersebut sempat mendapat kunjungan dari Kapolda Papua. Terkait hal itu, Thinus mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kapolda Papua yang sempat mengunjungi sambil memberikan bantuan berupa modal awal.

“Kapolda Papua datang ke tempat yang sederhana ini dan kasih bantuan melalui jualan saya. Itu jadi modal saya. Dan, saya sampaikan terima kasih kepada bapak Kapolda.” Kata Thinus.

Selain itu, Ia juga berterima kasih kepada masyarakat Yahukimo yang menjadi pengunjung serta pembeli pembeli. Sehingga menjadi motivasi bagi baginya untuk terus berkembang.