Tidak I’tikaf di Masjid, Bisa Dapat Malam Lailatul Qadar?
Ilustrasi I’tikaf (foto : istimewa)

Siapa umat muslim yang tak ini dapat malam lailatul Qadar? Semua dosanya akan terampuni dan hajatnya akan terpenuhi. Itu adalah malam seribu bulan yang amal ibadahnya berkali-kali lipat. Artinya, ibadah kita bernilai lebih baik dari ibadah 1000 bulan.

Namun, tak semua kondisi manusia sama. Ada yang sibuk dengan pekerjaannya maupun ada yang luang. Ada mereka yang tinggal dalam lingkungan yang mendukung dan ada pula yang tidak.

Lantas, bagaimana dengan mereka yang sibuk? Apakah harus I’tikaf dalam masjid untuk meraih keutamaan malam lailatul Qadar? Terlebih, saat sedang pandemi seperti ini sulit untuk melakukannya dalam masjid.

Terkait hal ini, sejumlah ustaz dan ulama punya pendapat. Sebagian besar menilai, i’tikaf tak perlu dalam masjid. Yang utama adalah menghidupkan malam tersebut. Bagaimana caranya?

Cara Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Pertama, Ustaz Muhammad Quraish Shihab dalam Membumikan Al-Qur’an (1999) menjelaskan pokok perkaranya. Bahwa, menghidupkan malam seribu bulan itu dapat dengan cara berbuat baik.

Kebaikan seperti apa yang perlu kita lakukan? Segala bentuk perbuatan baik terhitung dalamnya. Yang jelas, sesuai dengan koridor dan syariat Islam. Kita tak perlu menunggu dalam berbuat baik. Jika ada kesempatan, maka lakukan.

Baca Juga : Polres Raja Ampat Musnahkan Ratusan Minuman Beralkohol

Kemudian, beliau juga menjelaskan bahwa meraih kemuliaan malam lailatul Qadar tak melulu harus dalam masjid. Kedamaian dan kesejukan dalam beribadah dapat kita lakukan kapanpun dan di mana pun.

Ustaz Adi Hidayat pun berpendapat serupa. Bahwa keutamaan malam seribu bulan itu tak terikat dalam masjid saja.

“Syarat mendapatkan kemuliaan tidak terikat mendapatkan tempat di masjid. Tapi lebih kepada bagaimana menghidupkan malamnya dan menghadirkan suasana yang sekiranya kita maksimalkan untuk menunaikan ibadah kepada Allah SWT,” ujar Ustaz Adi Hidayat, mengutip Tribun, Rabu (13/05/2020).

Selanjutnya, ia menjelaskan baik dalam keadaan pandemi maupun pandemi, hukumnya sama. Lantas, apa fungsinya pergi ke masjid? Masjid adalah tempat agar kita dapat fokus. Kemudian, lingkungan masjid yang sejuk bersama orang lain yang semangat ibadah membuat kita lebih termotivasi.

“Jelas ya? Jadi kita ke masjid itu mengkondisikan supaya fokus, supaya maksimal termotivasi maksimal untuk ibadah. Mungkin dalam kondisi rumah, ada televisi. Tapi kalau orang ke masjid kondisinya lebih terfokus untuk ibadah dengan maksimal,” lanjutnya.

Oleh karena itu, jangan sedih. Bagi mereka yang tak bisa I’tikaf dalam masjid, mari beribadah dalam rumah.