Tiga Peristiwa Penting Di Balik Hari Raya Waisak
beritapapua.id - perayaan hari raya waisak (foto : shutterstock)

Hari Raya Waisak yang dirayakan pada tanggal 26 Mei 2021 kemarin, terkesan syahdu karena bertepatan dengan fenomena alam Gerhana Bulan juga Super Blood Moon.

Peristiwa langka ini diabadikan oleh beramai-ramai. Penampakan bulan merah darah yang terhalang bumi menjadikan malam itu sungguh penuh misteri.

Tepat saat itu, bukan hanya sebagai hari yang istimewa bagi umat Buddha, namun umat Muslim pun melakukan Sholat Gerhana.

Tapi sebenarnya apa sih Hari Raya Waisak itu, dan umat Buddha merayakannya dengan melakukan ritual apa?

Tiga Peristiwa Penting Dalam Waisak

Banyak yang masih mengira bahwa perayaan Waisak adalah perayaan atas hari kelahiran Pangeran Siddhartha Gautama. Ternyata bukan itu saja.

Hari Raya Waisak adalah peringatan tida hari yang dianggap suci, yaitu:

  1. Lahirnya Pangeran Siddhartha Gautama di Taman Lumbini, pada tahun 623 SM
  2. Pangeran Siddhartha mencapai Penerangan Agung atau pencapaian tertinggi spiritualitas ketika ia berumur 35 tahun, yakni pada tahun 588 SM.
  3. Siddhartha Gautama atau Buddha wafat di usia 80 tahun, di tahun 543 SM.

Dahulu Waisak Diperingati Secara Tertutup

Meskipun Buddha merupakan ajaran yang diikuti oleh mayoritas orang Sri Lanka dan Thailand. Tetapi pada era sebelum kolonialisme di abad-19, umat Buddha merayakannya hanya di dalam vihara secara tertutup.

Baca Juga : Non Litigasi Untuk Pidana Pemerkosaan? Pemikiran yang Salah Kaprah

Kemudian sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi Inggris di Sri Lanka, umat Buddha pun mulai mendesak pemerintah kolonial untuk menetapkan Waisak sebagai hari libur nasional.

Ini mereka lakukan sebagai kekhawatiran akan misionaris Kristen yang begitu gencarnya kala itu, hingga Hari Natal ditetapkan sebagai hari libur nasional di Sri Lanka.

Mereka menuntut agar Waisak disejajarkan dengan Hari Natal untuk mendobrak dominasi barat sebagai pemerintah kolonial kala itu.

Hari Raya Waisak di Indonesia

Di Indonesia sendiri, Waisak baru menjadi hari libur nasional pada tahun 1983. Penetapan ini bersamaan dengan ditetapkannya Hari Raya Nyepi juga.

Di Indonesia, perayaan Hari Raya Waisak dipusatkan di komplek Candi Borobudur, sebagai candi Buddha terbesar.

Ada tiga rangkaian perayaan yang dilakukan umat Buddha di sana, yakni:

  1. Pengambilan air berkat dari Kabupaten Temanggung, dan penyalaan obor dari sumber api abadi yang didapatkan di Mrapen, Grobogan.
  2. Ritual Pindapatta. Ini adalah ritual dimana umat Buddha memberikan donasi berupa uang kepada para biksu sebagai bagian dari kebajikan.
  3. Bersemedi tepat ketika purnama tiba.