Tingkat Pengangguran di Papua Barat Meningkat
beritapapua.id - Tingkat Pengangguran di Papua Barat Meningkat - Kabar Papua

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia tembus 6,88 juta orang pada Februari 2020. Jumlah itu bertambah 60 ribu orang dibanding tahun sebelumnya. Tingkat pengangguran pada Februari 2020 tercatat sebesar 4,9 persen. Angka tersebut turun tipis dibandingkan Februari 2019 yang sebesar 5,01 persen. Pengangguran paling banyak justru berasal dari usia produktif, yakni 15-24 tahun sebesar 16,28%. Sehingga pengangguran tertinggi di kelompok usia muda, yang baru lulus dan masih dalam mencari kerja.  Sementara itu, pengangguran di perkotaan berkurang tipis dari 6,3 persen menjadi 6,15 persen.

Sebaliknya, pengangguran di pedesaan naik dari 3,45 persen menjadi 3,55 persen. Data tersebut sejalan dengan terjadinya penurunan pekerja di beberapa sub sektor, seperti pertanian, perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, transportasi dan pergudangan, dan penyediaan akomodasi, makanan dan minuman.

Baca Juga: Kronologi Pembakaran Mobil Pedangdut Via Vallen

Peningkatan Jumlah Angkatan Kerja Provinsi Papua Barat

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat menyebutkan jumlah angkatan kerja di Papua Barat mencapai angka 484.175 orang. Jumlah ini justru meningkat 5.1% dari peripde yang sama ditahun sebelumnya, februari 2019. Angka ini dinilai lebih tinggi dari peningkatan jumlah angkatan kerja secara nasional. Angkatan kerja yaitu penduduk yang telah berusia lebih dari 15 tahun yang bekerja atau telah mempunyai pekerjaan, atau sementara tidak sedang dalam kondisi bekerja namun mengharapkan mendapat pekerjaan.

Persentase pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja atau Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat penawaran kerja yang tidak digunakan atau diserap oleh pasar kerja. Tidak seperti jumlah sebelumnya pada periode februari 2018-2019 yang mengalami penurunan yaitu mencapai angka 5,28%, jumlah TPT periode februari 2020 justru mengalami peningkatan sebesar 0,92% dari periode sebelumnya, yaitu sebesar 6,20%.

Peningkatan jumlah pengangguran erat kaitannya dengan keadaan perekonomian yang melambat. Salah satunya disektor pertanian yang mengalami penurunan akibat pengaruh cuaca. Hal ini berdampak langsung pada masyatakat Papua yang sebagian besar masih bekerja disektor Pertanian.

Sebanyak 33,45% masyarakatnya masih menekuni pekerjaan dari sektor pertanian, hal ini menunjukan bahwa sektor pertanian mendominasi penyarapan tenaga kerja. Hal ini juga terjadi dalam skala nasional, tenaga kerja di sektor pertanian pada Februari 2020 masih mendominasi yakni sekitar 29,04 juta orang.

Berdasarkan wilayah, tingkat pengangguran tertinggi tercatat di Banten, yakni 8,01 persen. Angka itu naik dibanding Februari 2019 yang tercatat 7,58 persen. Disusul Papua Barat sebesar 6,20 persen, Sulawesi Selatan 6,07 persen, Sulawesi Utara 5,57 persen, Jawa Tengah 4,15 persen, Yogyakarta 3,38 persen, dan Bangka Belitung 3,41 persen.

Penurunan juga terjadi berdasarkan komposisi penduduk bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan. Pekerja lulusan SD turun dari 40,51 juta orang menjadi 38,89 juta orang. Sebaliknya, jumlah angkatan kerja lulusan universitas mengalami peningkatan dari 9,75 juta orang pada Februari 2019 menjadi 10,23 juta pekerja pada Februari 2020.