Tipologi Ragam Bahasa di Papua
beritapapua.id - Tipologi Ragam Bahasa di Papua - Ahmad Syamsudin

Papua memang memiliki budaya dan etnis yang berbeda dengan kebanyakan wilayah Indonesia atau bahkan Hindia Belanda pada masa lalu. Kekayaan dan keberagaman Papua itu sendiri juga lebih banyak dari segi bahasa dibanding wilayah lain di Indonesia. Hal tersebut cukup memberikan gambaran bahwa Papua memang menjadi bangsa yang sangat istimewa dengan dirinya sendiri. Salah satu kekayaan Papua yang cukup menonjol jika dibandingkan dengan wilayah lain di nusantara adalah bahasa. Jenis bahasa di Papua sangat beragam dan jumlahnya mencapai lebih dari 700 macam.

Baca Juga: Kutukan Kota Agats

Pengelompokan Bahasa-bahasa di Papua

Secara linguistik historis dan tipologi bahasa, bahasa-bahasa di Papua digolongkan dalam dua kelompok besar yaitu bahasa-bahasa Austronesia dan non-Austronesia. Bahasa Austronesia lebih dikenal dengan tipologi struktur klausa yaitu SPO. Sedangkan, bahasa non-Austronesia atau lebih dikenal dengan istilah bahasa Papua memiliki tipologi struktur klausa SOP. Struktur klausa ini merupakan dasar yang membedakan bahasa-bahasa kelompok Austronesia dan non-Austronesia (Papua).

Kedua kelompok bahasa ini juga memiliki keragaman struktur gramatika yang berlainan seperti struktur fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik. Perbedaan-perbedaan ini merupakan ciri-ciri utama di tingkat kelompok bahasa. Meskipun demikian terdapat pula ciri-ciri khusus gramatika yang terdapat di setiap individu bahasa baik yang berada di dalam kelompok Austronesia dan non-Austronesia. Sebagai contoh bahasa Tobati yang adalah bahasa Austronesia dari kelompok Oceania tetapi bahasa ini lebih mengenal penggunaan posposisi dari pada preposisi. Struktur posposisi ini lebih mengikuti struktur adposisi bahasa non-Austronesia.

Kontak bahasa yang telah lama terjadi antara bahasa Austronesia dan non-Austronesia baik di wilayah Jayapura maupun di wilayah Kepala Burung Papua membuat bahasa-bahas Austronesia di Jayapura memiliki banyak ciri-ciri bahasa non-Austronesia dan bahasa-bahasa non-Austronesia (Papua) di Kepala Burung memiliki banyak ciri-ciri linguistik yang mirip dengan bahasa Austronesia.

Keragaman ini membuat Papua merupakan wilayah linguistis yang sangat tinggi tingkat keragamannya. Keragaman ini perlu dibuat kajian sehingga bisa menambah perbendaharaan hasil-hasil penelitian yang akan menambah kekayaan intelektual kebahasaan untuk tujuan ilmu pengembangan pengetahuan.