Tips Berpuasa Bagi Penderita GERD dan Asam Lambung
Ilustrasi sakit asam lambung (foto : merdeka.com)

Menjadi sebuah pertimbangan bagi penderita GERD untuk berpuasa. GERD adalah gastroesophageal reflux disease atau penyakit asam lambung karena katup lambung tidak berfungsi optimal.

Hal ini menyebabkan isi lambung seperti makanan dan asam lambung naik ke kerongkongan. Akhirnya, lapisan kerongkongan dapat iritasi dan mengalami peradangan. Biasanya, mereka yang menderita GERD akan merasa nyeri pada ulu hati pada kondisi tertentu.

Selain itu, mereka kerap merasa mual dan rasa terbakar atau panas pada kerongkongan. Biasanya kondisi ini muncul ketika ada perubahan kadar asam dalam perut. Pemicu dari hal ini umumnya telat makan atau mengonsumsi makanan yang memicu asam lambung.

Dengan demikian, tak ayal penderita asam lambung atau GERD khawatir akan puasa. Lantas, bagaimana cara aman berpuasa bagi penderita asam lambung dan GERD?

Puasa Aman Bagi Penderita Asam Lambung dan GERD

Mengutip detik.com, puasa aman bagi mereka yang memiliki penyakit lambung seperti GERD. dr. Kaka Renaldi, Sp.PD-KGEG, dalam detik.com, bahkan menyarankan mereka untuk berpuasa.

Ia mengimbau penderita GERD untuk melakukan terapi puasa dengan cara yang benar. Misalnya, melakukan niat berpuasa pada pagi hari dan sahur. Menurutnya, niat puasa memberikan instruksi pada tubuh agar lambung beristirahat.

Ini sebabnya berpuasa tanpa niat atau sahur sangat berbahaya. Karena, tubuh tidak mendapat instruksi untuk beristirahat. Kondisi itulah yang berhaya bagi penderita GERD.

Berikut tips dan kiat puasa bagi penderita GERD dan asam lambung.

1. Konsumsi Cemilan Sebelum Sahur dan Jangan Buru-buru Sahur

Penting bagi penderita GERD untuk mengonsumsi makanan secara baik dan benar saat berpuasa. Pertama, konsumsi camilan ringan yang mengandung karbohidrat sebelum sahur.

Kemudian, makanlah makanan dengan porsi kecil saat sahur. Upayakan jangan terburu-buru saat sahur. Kemudian, jangan langsung berbaring atau tidur setelah sahur. Penderita GERD baru boleh tidur atau berbaring 3 jam setelah sahur.

2. Berbuka dengan Air Hangat dan Makanan yang Mudah Dicerna

Selanjutnya, usahakan berbuka dengan minuman yang hangat atau bersuhu ruangan. Berbuka dengan air es akan memicu asam lambung setelah menahan lapar dan haus. Kemudian, cari takjil yang mudah untuk dicerna.

Baca Juga : BMKG: Warga Papua Waspada Hujan dan Angin Kencang

Misalnya, kurma, lontong isi, roti bakar, krekers, puding tepung, dan kentang rebus. Usahakan untuk mengonsumsi makanan secara perlahan dan tidak terburu-buru.

3. Jangan Langsung Makan Setelah Berbuka

Istirahatlah sejenak sebelum makan saat setelah berbuka. Kemudian, makanlah dengan porsi sedikit dan komposisi yang menyerupai sahur. Dokter juga menganjurkan agar penderita GERD untuk mengonsumsi camilan sebelum tidur.

Camilan tersebut dapat berupa protein dan buah-buahan dan bukan makanan berat. Kemudian, mereka perlu mengingat untuk tidak tidur 3 jam setelah makan berat.

Ada Beberapa Penderita GERD yang Tidak Boleh Puasa

Ada beberapa kondisi bagi penderita GERD yang membuat mereka tidak boleh puasa. Yakni kala ada sesuatu yang berbahaya seperti luka pada lambung. Tanda-tandanya dapat berupa muntah darah, BAB berdarah atau BAB hitam.

Kondisi lainnya adalah adanya penyakit lain. Misalnya, eperti kanker, gagal jantung berat, gangguan hati dan gangguan ginjal. Mereka yang memiliki kondisi tersebut boleh untuk tidak berpuasa.