Tips Hidup Sukses dan Sehat Ala Samurai Nomor 1 Jepang
Ilustrasi samurai (foto : aliexpress)

Apakah Anda pernah mendengar nama Miyamoto Musashi? Sejarah menyebutnya sebagai samurai nomor satu dari Jepang. Namanya melegenda, namun ia bukan sekadar legenda. Musashi terkenal dengan kemampuan fokusnya yang luar biasa.

Pada umur 13 tahun, Musashi berhasil memenangkan duel pertamanya sebagai seorang samurai. Sebelum umurnya mencapai 30 tahun, ia berhasil memenangkan sebanyak hampir 62 duel.

Ini bukan sembarang duel. Bahwa pada era Musashi, duel samurai adalah soal hidup dan mati. Sehingga, memenangkan 62 duel tanpa kalah merupakan hal yang luar biasa. Bahkan, Musashi berhasil hidup hingga cukup tua karena kanker.

Musashi adalah orang yang berhasil mendidik tubuhnya dan pikirannya sebagai pendekar yang paling hebat. Lantas apa rahasianya?

Beruntung, Musashi berhasil menerbitkan buku tentang bagaimana caranya menjadi orang paling fokus pada masanya. Dalam buku berjudul Dokkodo, terdapat 12 ajaran dalam menjadi orang fokus dan sukses.

Dokkodo adalah ajaran Musashi dalam menjadi seseorang yang tidak terkalahkan dalam hidup. Ini mencakup fokus yang dalam dan bagaimana cara menjadi seorang pemenang. Penasaran dengan isi Dokkodo?

Berikut 3 ajaran Dokkodo, mengutip dari kanal Satu Persen.

1. Terima Keadaan

Ajaran pertama dari teknik fokus Musashi adalah menerima keadaan. Anda mungkin bingung saat pertama kali mendengarnya. Bagaimana menerima keadaan akan berpengaruh dalam meningkatkan fokus?

“Terimalah keadaan sesuai dengan kenyataan yang ada,” sebut narator dalam video Filosofi Dokkodo, mengutip Kanal Satu Persen – Indonesia Life School.

Musashi menyebut, menyangkal kenyataan tentang apapun dalam hidup kita akan berdampak buruk. Mulai dari menyangkal kelebihan kita, kekurangan kita, atau kondisi yang sedang kita alami.

Baca Juga : VIRAL!! Orang Salat Sambil Main Game, Kok Bisa?

Hal ini membuat kita tidak dapat fokus. Misal, jika menayangkan kekurangan kita, maka kita tidak bisa memperbaiki kelemahan tersebut. Akhirnya, hal itu menghambat kita untuk terus maju. Kita jadi sulit untuk berkembang.

Selanjutnya, jika kita menyangkal kelebihan kita, maka hidup seakan tidak ada arahnya. Kita merasa tak punya kelebihan apa-apa dan hanya menyalahkan kelemahan kita. Dengan demikian, secara sederhana kita harus memahami siapa kita.

2. Menghalau Hawa Nafsu

Terdengar seperti ajaran agama. Namun, percaya atau tidak, hal ini yang Musashi terapkan dalam hidupnya. Bahkan, ini yang ia paling sering sebut dalam bukunya. Ia mengatakan,

“Lepaskan dirimu dari keinginan yang membelenggu hidupmu.”

Tak hanya itu, Musashi juga melarang kita untuk melakukan sesuatu atas dasar cinta dan nafsu saja. Mengapa? Karena apa yang kita anggap enak atau baik belum tentu berdampak baik.

Nafsu akan mengganggu cara kita berpikir dan mengambil keputusan. Musashi mencohtohkannya dengan cara kita makan. Ia melarang kita makan sesuatu hanya karena alasan enak. Tapi, ada alasan lainnya yang lebih penting.

Ia menjelaskan bahwa tujuan dari makan adalah untuk sehat dan bertenaga. Agar tubuh memiliki energi dan kuat sepanjang tubuh itu hidup. Untuk itu, makanan enak saja tidak cukup. Melainkan, makanan sehat dan berenergi adalah pilihan yang tepat.

Kapan terakhir kali kita memikirkan tujuan kita makan?

Kuncinya, kita harus menyadari tujuan dari apa yang kita lakukan. Ini berlaku untuk hal lainnya, tidak hanya makan. Dari sana kita dapat menentukan hal yang lebih besar dari hidup kita. Misalnya, apa tujuan kita berkerja?

3. Bertanggung Jawab atas Hidup Kita Sendiri

“Hormatilah Tuhan, tapi jangan mengarapkan bantuannya,” sebut Musashi dalam bukunya.

Ini merupakan kalimat yang mengajarkan kita bahwa kita bertanggung jawab atas apa yang kita perbuat. Bahwa, orang harus mengandalkan dirinya sendiri dan tidak mengandalkan orang lain.

Kebergantungan ini adalah hal yang membuat orang terombang-ambing dalam hidupnya. Kita berharap orang lain membantu kita. Lalu, bagaimana jika mereka tidak membantu? Namun, kita tidak bisa mengatur apa yang mereka lakukan terhadap kita?

Belajarlah untuk mengandalkan diri sendiri.