Tips Menghilangkan Malas
Tips Menghilangkan Malas

Tips Menghilangkan Malas ala Nabi Beserta Doanya – Malas merupakan sifat yang benar-benar merugikan. Karena sifat itu, boleh jadi seseorang kehilangan segalanya. Ingatkah saat Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengisahkan bagaimana kondisi orang yang malas salat saat di kuburan nanti?

Mereka, orang-orang yang malas salat, akan meminta untuk kembali hidup hanya untuk melakukan salat. Bahkan, malas melakukan gerakan salat pun menjadi persoalan. Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat An-Nisa ayat 142,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”

Orang yang malas, khususnya dalam melaksanakan gerakan salat, bahkan tergolong dari mereka yang munafik.

Baca juga: Tips Aman Konsumsi Kopi Sehari-Hari

Saat pandemi seperti ini, kala manusia harus banyak melakukan aktivitasnya dalam rumah, perasaan malas tentu tak terkalahkan. Dengan kenyamanan rumah sendiri serta berbagai tekanan dari luar, rasanya malas-malasan menjadi opsi utama untuk lari dari masalah. Tak menutup kemungkinan untuk bermalas-malasan dari beribadah. Oleh karenanya, melepaskan belenggu kemalasan menjadi suatu hal yang perlu.

Berikut 4 Tips Menghilangkan Malas ala Nabi

1. Perhatikan Pola Istirahat Malam

Salah satu tips menghilangkan malas adalah perhatikan pola istirahat malam. Ada kalanya, perasaan malas muncul saat tubuh kurang istirahat. Rasa kantuk yang luar biasa ini berasal dari kurangnya istirahat pada malam hari. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak menganjurkan umatnya untuk tidur larut malam jika tidak melakukan hal yang bermanfaat.

Abu Barzah radhiallahu ‘anhu mengatakan,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ، وَلَا يُحِبُّ الْحَدِيثَ بَعْدَهَا

Nabi shallallahu alaihi wa sallam membenci tidur sebelum isya dan beliau tidak menyukai obrolan setelah isya. (HR. Ahmad, no.19781 dan Ibn Khuzaimah, no.1339)

Salah satu hikmah dari hadis ini adalah menghilangkan rasa malas keesokan harinya. Khususnya untuk beribadah pada pagi hari seperi salat tahajud dan salat subuh.

2. Tips Menghilangkan Malas Yaitu Perhatikan Pola Makan

Baca juga: Tips Aman Melakukan Transaksi Secara Online

Dalam surat Abasa ayat 24, Allah berfirman,

فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسٰنُ إِلٰى طَعَامِه

“Maka hendaklah manusia itu memerhatikan makanannya”

Mengapa umat islam perlu memerhatikan apa yang mereka makan? Pertama, makan berlebihan akan menyebabkan malas bergerak.

مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ حَسْبُ ابْنِ آدَمَ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِه

“Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk nafasnya.”

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan untuk tidak makan berlebihan. Makan yang cukup bermakna makan hanya sekadar untuk mendapat tenaga, dan bukan sampai kenyang. Beliau membagi porsi makanan dengan ⅓ untuk makan, ⅓ untuk minum dan ⅓ untuk nafas.

Baca juga: Wakil Gubernur Papua Soal Vaksin: Semua Akan Kembali Normal

Kedua, perhatikan apa yang kalian makan. Misal, karbohidrat yang berlebihan menjadi penyebab kantuk. Menurut ahli, rasa ngantuk setelah makan karbo merupakan hal yang wajar. Kasus ini bernama food coma. Hal ini terjadi karena karbohidrat mengandung banyak gula melonjak dan turun dratis sehingga menyebabkan kantuk.

Makan berlebihan yang menyebabkan kantuk pun juga memiliki penjelasan ilmiah. Menurut penelitian, organ pencernaan yang bekerja secara aktif membuat otak dan jantung kekurangan oksigen. Hasilnya, orang akan mengantuk.

3. Berlindung dan Berdoa Kepada Allah

Sebagai manusia yang lemah dan serba kekurangan, satu-satu upaya menangkal malas yang tak boleh lupa adalah berdoa kepada Allah. Ketika sudah berupaya keras untuk menghilangkan rasa malas, maka yang bisa kita lakukan adalah berdoa.

Dari Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, terdapat doa yang dianjurkan untuk menangkal perasaan malas. Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَعَنْ أَنَسٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : كَانَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يَقُوْلُ : اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ ، وَالكَسَلِ ، وَالجُبْنِ ، والهَرَمِ ، والبُخْلِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ

وَفِي رِوَايَةٍ : وَضَلَعِ الدَّيْنِ ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ. رَوَاهُ مُسْلِم

ALLOHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL ‘AJZI, WAL KASALI, WAL JUBNI, WAL HAROMI, WAL BUKHLI, WA A’UDZU BIKA MIN ‘ADZABIL QOBRI, WA A’UDZU BIKA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT

“(artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, sifat malas, sifat pengecut, kepikunan, kekikiran, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian).”