Titik Terang Dari Kasus Djoko Tjandra
Beritappaua.id - Titik Terang Dari Kasus Djoko Tjandra - Kompas

Titik Terang Dari Kasus Djoko Tjandra – Kasus Djoko Tjandra mulai menemukan titik terang. Hal ini tidak terlepas setelah ditetapkannya Andi Irfan sebagai tersangka baru oleh Kejaksaan Agung.

Kejaksaan mengatakan Andi berperan sebagai perantara suap dari Djoko Tjandra ke Pinangki Sirna Malasari. Kejaksaan telah menahan pada Rabu (2/9).

“Penyidik akan menggali keterangan-keterangan dari alat bukti dan barang bukti siapa sebetulnya yang menerima uang pertama kali gitu ya dari pemberi kepada siapa. Dugaannya sementara ini tidak langsung kepada oknum jaksa tapi diduga melalui tersangka yang baru ini,” ucap Hari Setiyono selaku Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum).

Irfan sendiri tercatat sebagai kader partai Nasdem besutan Surya Paloh. Atas status tersangkanya, Nasdem kemudian mencopot Irfan sebagai kadernya. Wakil Ketua Umum Nasdem, Ahmad Ali mengatakan bahwa Nasdem telah mencabut status Andi Irfan sebagai anggota partai.

Baca Juga: 253 Anak Papua Menerima Beasiswa KCP Dari Menteri Agama

Daftar Peristiwa Dalam Kasus Djoko Tjandra

Kejaksaan pertama kali menetapkan Djoko Tjandra sebagai tersangka dengan dugaan memberikan suap. Sedangkan Jaksa Pinangki menjadi tersangka penerima suap. Suap ini diduga berkaitan dengan pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung terkait dengan status Djoko Tjandra.

Pihak Mahkamah Agung sendiri menegaskan bahwa mereka tidak pernah menerima permohonan fatwa Djoko Tjandra.

‚ÄúSetelah kami cek untuk memastikan apakah benar ada permintaan fatwa hukum kepada MA terkait perkara Joko S.Tjandra, ternyata permintaan fatwa itu tidak ada. Maka bagaimana bisa mengaitkan dengan MA atau orang MA kalau permintaan fatwa itu sendiri tidak ada,” kata Juru Bicara Mahkamah Agung, Andi Samsan Nganro pada Kamis (27/8).

Kasus lainnya yang berkaitan dengan Djoko Tjandra adalah kasus penggunaan surat jalan palsu dan kasus penghapusan red notice yang melibatkan oknum jenderal polisi. Untuk kasus penggunaan surat jalan palsu, Polri telah menetapkan tiga orang tersangka. Djoko Tjandra dan Anita Kolapaking pun menjadi tersangka pemberi suap, sedangkan Brigjen Prasetijo Utomo sebagai tersangka penerima suap.

Sedangkan untuk kasus penghapusan red notice, Polri telah menetapkan empat orang tersangka. Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi sebagai tersangka pemberi suap, sedangkan Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo sebagai penerima suap.