TNI Akan Tambah Kekuatan Tempur di Papua
Beritapapua.id - TNI Akan Tambah Kekuatan Tempur di Papua - CNN

TNI Akan Tambah Kekuatan Tempur di Papua – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan akan menambah kekuatan tempur untuk menjaga keamanan di Papua.

Mengutip dari viva, TNI telah menyiapkan satu batalyon lagi untuk dikirim ke Papua, yakni Batalyon Infanteri Mekanis 403/Wirasada Pratista alias Yonif Mekanis 403/WP, yang berasal dari Komando Daerah Militer IV/Diponegoro.

Pasukan ini nantinya akan dipersiapkan untuk bergabung dengan Satuan Tugas (Satgas) Operasi Pengamanan Perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini. Pasukan ini pun juga dipersiapkan untuk memasuki wilayah yang rawan, yakni di sektor utara atau di sekitar wilayah pegunungan Bintang.

Tahun 2020 ini, Kodam Diponegoro telah mengerahkan beberapa batalyon ke Papua seperti Yonif Riader 400/Banteng Raiders dan Yonif Raider 408/Suhbrasta.

Kabupaten Pegunungan Bintang sendiri merupakan salah satu zona merah gangguan keamanan, wilayah ini merupakan salah satu basis terkuat kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM).

 Baca Juga: Ekspor Provinsi Papua Meningkat Pada Bulan Oktober 2020

Serangan OPM di Intan Jaya

Organisasi Papua Merdeka (OPM) sudah berkali-kali melakukan penyerangan di Kabupaten Intan Jaya di tahun 2020.

Pada 23 September 2020, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat OPM (TPNPB-OPM) melakukan serangan di depan kantor Bupati Intan Jaya. Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan serangan itu terjadi sekitar pukul 09.40 waktu setempat.

Sebby pun mengatakan bahwa kelompoknya menyerang kantor Bupati tersebut karena daerah tersebut dikuasai oleh TNI-Polri.

“Ini perang Pembebasan Nasional Bangsa Papua, jadi harus terjadi. Dan perang itu seni bagi kami orang asli Papua, TNI/Polri mau main-main, TPNPB siap tembak,” kata Sebby.

Lalu pada 20 Oktober 2020, TPNPB kembali menyerang rombongan TNI yang sedang mengangkut logistik di Distrik Serambakom, Kabupaten Pegunungan Bintang. Lewat serangan tersebut, tiga orang anggota TNI mengalami luka-luka.

Lalu pada bulan November, terjadi kembali kontak senjata antara TPNPB dengan TNI. Dalam peristiwa itu, seorang prajurit TNI, yang bernama Pratu Firdaus, dan seorang prajurit TNI lainnya mengalami luka, yakni Pratu Arbi. Kejadian tersebut terjadi ketika pasukan TNI sedang melakukan patrol di Distrik Titigi. Serangan TPNPB pada saat itu juga menyasar kepada warga sipil.