TNI-Polri Berupaya Antisipasi Gangguan Keamanan Selama PON XX
beritapapua.id - Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata bersama Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya memeriksa pasukan saat apel pengaman PON XX Papua. (foto: Antara)

TNI-Polri akan terus berupaya mengantisipasi gangguan keamanan saat pelaksanaan PON XX berlangsung. Hal ini merupakan upaya agar selama perhelatan PON XX di Papua sedang berlangsung tidak mendapatkan dari KKB.

Selain itu, TNI dan Polri juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan lain. Salah satunya adalah gesekan antarkelompok suku dan lainnya. Karena memang selama ini daerah tersebut juga rawan terjadi gesekan antarsuku.

Dalam hal ini Kapolres Mimika, AKBP IGG Era Adhinata, mengatakan untuk potensi gangguan dari KKB sudah mulai berkurang.

Karena sebagian besar kelompok yang menduduki wilayah Tembagapura sudah kembali ke daerah asalnya. Meski begitu, ia mengatakan pihaknya akan tetap melakukan pemantauan dan pegawasan.

“Walaupun sebagian besar sudah keluar dari wilayah Mimika, tetapi kami masih terus memantau ketat pergerakan mereka,” kata AKBP Era Adhinata di Kota Timika, Papua, Minggu (19/9/2021).

TNI-Polri Berupaya Maksimasl Mengamankan Wilayah Mimika Dari KKB

Menurutnya, aparat TNI dan Polri saat ini akan terus berupaya dengan maksimal mencegah dan mengamankan wilayah Mimika dari KKB. Apalagi jika gerombolan separatis bersenjata itu sampai melakukan aksi-aksi mengganggu keamanan.

Ia juga mengatakan bahwa TNI Polri juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan lainnya, terutama yang berasal dari gesekan antarkelompok suku yang selama ini kerap terjadi di Mimika.

Baca Juga: Tim Sepatu Roda Jakarta Kagum Venue PON XX Berstandar Internasional

“Kita semua sudah tahu Timika itu rawan sekali potensi konflik atau gesekan antarsuku dan lainnya. Maka sekecil apa pun gesekan itu harus diselesaikan pada jam itu juga, tidak boleh berlarut,” ujarnya.

Untuk mengamankan PON XX Papua di Klaster Kabupaten Mimika, TNI dan Polri mengerahkan sebanyak 1.500 personel yang terdiri atas 997 personel Polri dan 485 personel TNI.

Sedangkan khusus untuk Polri, sebanyak 432 personel didatangkan dari luar, yaitu 400 personel Brimob Polda Sulut, Polda Kalimantan Tengah, dan beberapa polda lainnya, serta ditambah 32 personel Polres Asmat.

“Pasukan BKO yang didatangkan dari luar dan sudah tiba di Timika, yaitu Brimob Polda Sulut sebanyak 100 personel. Dalam waktu dekat akan tiba lagi Brimob BKO Polda Kalteng dan Polda yang lainnya,” kata dia.