TNI/Polri Nabire Pastikan Ibadah Tri Hari Suci Berjalan Lancar
TNI/Polri saat mengamankan gejera KSK Nabire (foto : jubi)

TNI dan Polri mengerahkan pengamankan situasi Tri hari Suci yakni perayaan Ibadah Kamis suci, Jumat Agung hingga Paskah di Nabire. Kekuatan pengamanan terdiri dari Polres Nabire sebanyak 355 orang, Brimob 52 orang serta TNI sebanyak 60 orang.

“Personel pengamanan dari aparat langsung ke gereja-gereja, untuk pengawasan dan pengamanan serta memastikan bahwa jalannya ibadah aman dan kondusif,” ujar Kabag Ops Polres Nabire AKP Jeffri P. Tambunan, pada Jumat (2/4/2021).

AKP Jefri Tambunan menjelaskan, personil akan membaginya menjadi 15 orang dari Kepolisian dan enam personil TNI untuk gereja-gereja besar seperti gereja KSK Nabire dan lainnya. Sedangkan untuk gereja kecil personil akan menyesuaikan. Namun akan ada regu dari tim gabungan yang akan terus memantau melalui patroli keliling.

Tujuannya adalah memastikan sekaligus meyakinkan masyarakat, terutama umat Kristiani di Nabire merasa aman dan nyaman dalam melangsungkan ibadah tri hari suci.

“Sehingga, aparat akan meningkatkan kegiatan patroli dan razia agar masyarakat bisa melaksanakan kegiatan ibadah dengan baik” jelasnya.

Jika Menemukan Hal Mencurigakan Saat Tri Suci, Masyarakat Diminta Melapor

Untuk itu, Tambunan mengharapkan dukungan dan peran serta masyarakat untuk proaktif jika menemukan hal-hal yang mencurigakan kepada aparat keamanan. Ia juga meminta masyarakat agar tidak takut dan khawatir terkait peristiwa yang terjadi di Makassar dan Jakarta.

Baca Juga : Aktivitas Pedagang Pelabuhan Teluk Kimi Kembali Ramai

Sebab, kepolisian dan TNI akan selalu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Hal ini agar kegiatan ibadah perayaan Hari Raya Paskah serta keamanan secara menyeluruh.

“Untuk masyarakat agar jangan panik, umat Kristen silakan beribadah. Kami akan terus memantau dan memastikan bahwa situasi kamtibmas tetap aman dan terkendali,” harap AKP Jefri Tambunan.

Sementara, Dandim 1705 Nabire, Letkol Benny Wahyudi, menambahkan ada 60 anggota dan menambahkan dua armada kendaraan taktis (rantis) Anoa 2. Sehingga, selain anggota yang diterjunkan langsung ke tempat ibadah, ada juga yang berkeliling untuk berpatroli, termasuk personil yang disipakan di Kodim Nabire.

Menurut Dandim, TNI bersama Polri memastikan bahwa pelaksanaan ibadah umat Kristiani aman dari gangguan keamanan.

“Yang kami inginkan adalah pelaksanaan ibadah harus aman terkendali tanpa gangguan. Sehingga masyarakat terutama umat kristiani diharapkan untuk tidak ragu dengan peribadatannya,” kata Dandim Nabire.