Tokoh Masyarakat di Kabupaten Intan Jaya Kritik Kinerja DPR Papua
beritapapua.id - Pertemuan perwakilan masyarakat Intan Jaya dengan Komisi I DPR Papua. (foto: Jubi)

Situasi di Kabupaten Intan Jaya yang terjadi pada sepekan terakhir membuat tokoh masyarakat di wilayah itu memberikan kritik kepada DPR Papua (DPRP).

Adanya kritik ini lantaran tokoh masyarakat di wilayah Intan Jaya merasa DPRP tidak melakukan kinerja dengan cukup baik.

Hal ini mereka rasakan dengan adanya baku tembak yang terjadi antara aparat keamanan dan pihak kelompok bersenjata di wilayah itu. Pada waktu yang sama juga ada dua anak yang menjadi korban dari aksi baku tembak itu.

Oleh karena itu, tokoh masyarakat menggangap lembaga dewan tidak melakukan sesuatu untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga Intan Jaya.

Pernyataan itu dikatakan salah satu tokoh masyarakat Intan Jaya, Moses Belau, saat perwakilan warga Intan Jaya bersama intelektual, mahasiswa, dan pemuda bertemu Komisi I DPRP dan beberapa anggota DPRP melalui mekanisme pengangkatan, Jumat (29/10/2021).

Moses Belau menyatakan kesal dengan DPRP periode 2019-2024. Sebab, ia menilai bahwa lembaga wakil rakyat itu tidak melakukan upaya apapun menyikapi situasi yang terjadi di Intan Jaya.

“Saya kesal dengan DPR Papua (periode 2019-2024). Kinerja DPR Papua periode lalu (2014-2019) masih lebih baik,” kata Moses Belau.

Menurutnya, kebersamaan antara DPRP periode 2014-2019 dengan lembaga lain semisal Majelis Rakyat Papua (MRP) dan pemerintah provinsi lebih terlihat ketika itu.

Ia merasa bahwa hanya sedikit anggota dari DPR Papua periode 2014-2019 yang bisa menyatukan persepsi dan menerima aspirasi dari masalah di masyarakat.

“Pada periode ini, hanya beberapa anggota DPR Papua yang selalu bicara mengenai situasi yang dialami masyarakat,” ucapnya.

Mencari Solusi Terbaik

Ia meminta DPRP secara lembaga dapat membicarakan bersama dalam internal dewan untuk mengambil langkah-langkah terbaik guna menyelesaikan masalah yang ada. Selain itu, menurutnya jika ketua DPR Papua tidak bisa menjawab aspirasi yang ada maka akan membuat keraguan warga terhadapnya.

“Kalau pimpinan DPR Papua, tidak mampu membawa (menindaklanjuti) aspirasi ini, kami tidak lagi percaya pada pimpinan DPR Papua,” ujarnya.

Baca Juga: Guna Siapkan Konsumsi, PB Peparnas Berkolaborasi Bersama PT DBS

Tokoh masyarakat lainnya bernama Bartolomius Mirip, berharap DPRP dapat menindaklanjuti aspirasi pihaknya.

Karena menurutnya, wilayah Intan Jaya sudah berbeda dari beberapa tahun sebelumnya. Hal ini karena ia merasa wilayah tersebut sudah tidak aman dan nyaman apalagi ada dugaan rencana eksploitasi Blok Wabu.

“Kami ingin DPR Papua membentuk panitia khusus. Begitu juga MRP, pemprov, Pemkab dan DPRD Intan Jaya perlu membentuk tim,” kata Bartolomius Mirip.

Ia juga mengatakan bahwa penyelesaian yang warga inginkan adalah masalah Intan Jaya dapat dibahas di tingkat DPR RI. Dengan begitu DPR RI bisa fasilitasi mengundang kementerian terkait dan perusahaan yang akan menambang di Blok Wabu, untuk mencari solusi bersama.