Toleransi di Mimika Bisa Menjadi Contoh Antar Umat Beragama
beritapapua.id - Relawan lintas agama dan ormas amankan misa Natal bersama TNI Polri di Gereja Katolik Katedral Tiga Raja Timika, Kamis (24/12/2020) (foto : kompas)

Kabupaten Mimika adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua dengan tingkat toleransi umat beragama sangat tinggi. Hal ini seperti yang Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob, ungkapkan pada beberapa hari lalu saat menghadiri acara doa lintas agama di salah satu hotel di Timika, Selasa (08/06/2021).

Ia mengatakan persatuan dan kesatuan antar umat beragama harus terus berlanjut dan tetap terjaga di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Dan itu juga menjadi salah satu bukti dari tingkat toleransi umat beragama.

Menurutnya, rasa saling menghormati dan menghargai sebagai dasar toleransi dalam masyarakat. Jangan sampai tiga agenda besar yang bakal dipusatkan di Mimika yakni event Konferensi GKI Kingmi, tuan rumah PON XX Papua Sub Mimika, dan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII menjadi terkendali karena toleransi terganggu.

“Doa bersama yang kita lakukan ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Ini kita harus memberikan contoh bahwa di Kabupaten Mimika adalah kabupaten yang sangat bertoleransi. Harus ada solidaritas di antara kita. Kita tahu bahwa Kabupaten Mimika ini sangat heterogen. Ya berbagai agama, berbagai suku, adat istiadat, budaya, dan pasti juga bermacam-macam kelakuan tentunya. Tapi toleransi antarumat beragama tetap terjaga,” ujar Wakil Bupati Johannes Rettop, Rabu (09/06/2021).

Doa Lintas Lima Agama Terjadi Dalam Sebulan Sekali

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika, Ignatius Adii, mengatakan doa lintas lima agama di Kabupaten Mimika akan melakukan doa sekali dalam sebulan atas kerja sama FKUB, Pemda dan Forkopinda Mimika, dengan perwakilan masyarakat dalam jumlah yang terbatas serta mengikuti protokol kesehatan.

Baca Juga : Kampanyekan Bahaya Narkoba, SAMN Papua Gelar Turnamen Futsal

“Kami sudah mulai 8 Juni 2021 dan seterusnya. Kami akan doakan untuk Mimika sebagai tuan rumah tiga agenda besar ini. Dan juga berbagai masalah agar Tanah Papua aman damai sebagai pulau yang diberkati Tuhan,” ujar Adii.

Ia mengatakan dalam pelaksanaan PON XX Papua memiliki banyak manfaat sehingga berjalan dengan lancar dan sukses pihaknya mengajak semua pihak mendukung dalam doa.

“Ada nilai-nilai positif yang terselubung di balik PON ini. Yang kita angkat, menyatukan dan mencairkan bahkan itu dengan kekuatan Tuhan. Kalau Tuhan yang bertindak, ada uang kah, ada kacau kah, kalau jalan, ya jalan saja,” ujarnya.

Ia menambahkan tugas pihaknya merupakan berdoa sebab itu adalah salah satu cara ampuh untuk mengatasi hal yang tidak kita inginkan.

“Artinya manusia boleh merencanakan tapi Tuhan yang menentukan,” ucapnya.