Tradisi Unik Masyarakat Pantai Bakaro, Manokwari
Beritapapua.id - Tradisi Unik Masyarakat Pantai Bakaro, Manokwari - backpaker jakarta

Tradisi Unik Masyarakat Pantai Bakaro, Manokwari – Masing-masing wilayah Indonesia selalu memiliki tradisi unik yang menjadi kebiasaan masyarakatnya. Salah satunya adalah tradisi unik dari masyarakat sekitar Pantai Bakaro, Kota Manokwari, Provinsi Papua Barat. Masyarakat sekitar Pantai Bakaro memiliki kebiasaan melakukan kegiatan pemanggilan ikan dari lautan menuju tepi pantai untuk kemudian memberinya makan. Yang mana hal tersebut terbilang menarik, sebab ikan tersebut adalah ikan yang berasal dari lautan lepas, bukan ikan peliharaan.

Dalam melaksanakan kegiatan pemanggilan ikan-ikan tersebut, masyarakat menggunakan tiupan peluit. Sebagai tanda bagi ikan-ikan laut lepas agar segera mendekat dan menepi. Biasanya setelah suara pluit berbunyi, maka ikan-ikan akan segera berdatangan. Kemudian seorang pawang akan berkomunikasi kepada ikan-ikan itu dengan cara menepuk-nepuk permukaan air. Sebagai pertanda bahwa tempat tepukan itulah merupakan tempatnya memberikan makanan.

Adapun terkait makanan untuk ikan-ikan tersebut berupa sarang rayap yang dari hutan. Yang sebelumnya sayap rayap tersebut telah terlebih dahulu dihancurkan menjadi ukuran yang lebih kecil. Selanjutnya, remahannya akan disebar pada perairan sekitar tempat pemanggilan ikan tadi.

Baca Juga: Selayang Pandang Danau Biru, Merauke, Papua

Bukti kecintaan masyarakat akan alam

Tradisi Unik Masyarakat Pantai Bakaro, Manokwari
Beritapapua.id – Tradisi Unik Masyarakat Pantai Bakaro, Manokwari -grid.id

Tradisi pemanggilan ikan ini merupakan cerminan kehidupan masyarakat desa Bakaro sungguh mencintai alamnya. Tradisi ini sudah dilakukan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi lainnya sebagai wujud kecintaan akan alam. Mereka selalu berusaha merawat alam tersebut hingga semua generasi masyarakat ikut melakukannya. Masyarakat setempat berpikir bahwa sudah menjadi tugas meraka untuk menjaga dan memberi makan ikan-ikan itu. Sebab ikan-ikan tersebut merupakan anugerah dari Yang Mahakuasa.

Oleh sebab itu sebelum memberikan makanan, masyarakat perlu memanggil dulu ikan-ikan laut lepas tersebut. Seperti seseorang yang memberi makan ikan peliharaan. Karena merupakan tradisi rutin, maka ikan-ikan perairan Desa Bakaro sudah tahu akan kebiasaan warga memberi makan.

Kini tradisi pemanggilan ikan tersebut menjadi salah satu daya Tarik bagi wisatawan. Proses memanggil dan memberi makan ikan tersebut menjadi sebuah pertunjukan yang menarik. Biasanya proses pemanggilan ikan terjadi dua kali sehari, yaitu pagi hari dan menjelang sore saat air pasang datang.