Tuntaskan Kasus Tipikor, Komitmen Kepala Kejaksaan Negeri Sorong
Ilustrasi Poster Stop Korupsi (kuliahdesain.com)

Erwin Hamonangan Saragih, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong menyatakan dirinya berkomitmen untuk menuntaskan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Sorong Raya.

Pernyataan tersebut ditegaskan Erwin pada Senin (15/3/2021) saat menerima dan memberikan tanggapan atas aspirasi yang disampaikan para pendemo di kantornya.

Program Kerja 100 Hari : Tuntaskan Pekerjaan Hingga Tipikor

“Saya punya program kerja 100 hari, sedangkan saat ini saya baru 15 hari menjabat, saya sudah perintahkan kepada para Kepala Seksi (Kasi) tuntaskan pekerjaan yang ada dan jangan pernah bermainmain dalam penanganan satu perkara, apalagi tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Bahkan Erwin pun memberikan ruang kepada semua pihak dalam pengawasan kinerja Kejaksaan Sorong dalam menangani sebuah perkara hingga tuntas, berdasarkan transparansi dan keterbukaan publik.

“Saya tidak bisa memberikan janji, awasi kami dan nilai kinerja kami. Saya dan tim akan bekerja dengan baik. Dan saya akan menyelesaikan semua yang tertunda,” tegasnya.

Menyelesaikan Perkara Hingga Tuntas Tanpa Setengah Hati

Pria kelahiran Manokwari Papua Barat 41 tahun silam ini pun membeberkan dalam suatu perkara Ia tidak pernah setengah hati dalam penyelesaiaanya.

Contohnya selama delapan bulan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Biak Numfor, dirinya telah menetapkan enam orang tersangka yang merupakan aktor dalam kasus tindak pidana Korupsi (tipikor) baik di Kabupaten Biak dan Supiori.

Baca Juga : Upaya Damai Pemerintah Kabupaten Intan Jaya

“Saya Tidak pernah bermain-main dalam persoalan penegakan hukum bagi para pelaku koruptor. Contohnya kepala BPKAD Baik Numfor aktif saya proses hingga ke pengadilan. Oleh karena itu saya mohon dukungan dan doa semua element masyarakat untuk kinerja kami di Kejaksaan Sorong,” bebernya.

Saragih mengatakan, pihaknya tidak main-main dalam mengungkap kasus korupsi. Dalam rangka itu, pihaknya meminta dukungan dari semua pihak agar Kejaksaan mampu untuk perangi korupsi.

“Teman-teman tidak usah ragu. Awasi setiap hari kalau perlu orasi setiap hari. Saya dari pagi sampai jam 10 malam ada di kantor. Artinya saya tidak main-main. Awasi kami dan nilai kinerja kami. Saya tidak akan memberikan janji atau apa, saya akan bekerja dengan baik bersama tim saya,” ujarnya di hadapan pendemo.

Menyelesaikan Kasus-kasus Yang Belum Tuntas

Mantan Kepala Kejari Biak Numfor ini juga menjelaskan, sebagai pimpinan yang baru di Kejaksaan Negeri Sorong pihaknya mulai aktif bekerja. Pihaknya juga akan bekerja untuk menyelesaikan semua tunggakan kasus-kasus yang belum selesai selama ini.

“Baik itu kasus ATK, kasus di Tambrauw, tidak ada yang saya tutup-tutupi. Media silahkan menanyakan apapun kepada kami. Saya mohon dukungan dari semua teman-teman. Ini murni penegakan hukum. Mari kita sama-sama awasi kinerja berikan kami kesempatan agar hasil penyelidikan kami tidak sia-sia,” jelasnya.

Terpisah, Marthen Momo, Ketua Solidaritas Peduli Pembangunan di Tambrauw memberikan apresiasi yang luar biasa atas komitmen Saragih.

“Kami tetap mendukung Saragih Sorong bersama tim untuk membongkar kasus korupsi di Tambrauw, terutama kasus dugaan proyek air bersih di Distrik Miyah Selatan,” bebernya.

Selain itu, dia juga berharap Saragih Sorong bersama timnya dapat mengusut kasus pengadaan dua buah speed boat yang terkesan mubazir.

“Kejari Sorong harus bongkar kasus pengadaan speet boad dari Dinas Kesehatan dan BNPB Tambrauw yang sampai hari tidak pernah di gunakan dan sudah rusak,” harapnya.