Twitter Do Your Magic
Twitter Do Your Magic, Ada Syaratnya Lho!

Twitter Do Your Magic, Ada Syaratnya Lho! – Internet dan media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan dan keseharian kita. Media sosial telah menjadi platform yang efektif bagi netizen untuk mengungkap segala aktivitas maupun perasaan. Dari kegalauan hingga prestasi, kemalangan hingga kebahagiaan.

Media sosial, terutama twitter menjadikan penggunanya seolah sebagai sebuah keluarga besar yang tak jarang saling memperhatikan satu sama lainnya. Tak jarang orang yang berkesusahan meminta pertolongan melalui platform ini.

Twitter Do Your Magic

Sumber: https://twitter.com/millaaoktaviaa/status/1361084086891151361

Kata tersebut seakan telah menjadi kutipan magis yang mampu menarik perhatian orang. Empati netizen yang begitu besar, mampu menjadikan konten yang bersifat iba mendapat pertolongan dari netizen yang bersatu. Dalam hitungan hari, netizen twitter mampu mengumpulkan dana ratusan juta untuk membantu mereka yang membutuhkan. Namun, hal ini kadang dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk melakukan penipuan.

Beberapa waktu lalu, masyarakat twitter kembali dihebohkan oleh konten “twitter do your magic” yang ternyata merupakan penipuan. Konten iba sebuah akun tentang jualan ibunya yang menjadi korban penipuan, mendapatkan simpati dari netizen secara instan. Donasi dikumpulkan oleh sebagian pengguna, untuk menutupi kerugian dari akun tersebut. Namun, setelah beberapa akun mencari informasi tentang kebenaran tersebut, ternyata konten yang diunggah itu tidak bisa divalidasi kebenarannya. Nasi telah menjadi bubur, kutipan magis kembali memakan korban.

Mengumpulkan Uang atau Barang Ada Undang-Undangnya

Di balik kehebohan dan efektifnya platform twitter untuk menolong sesama, mengumpulkan donasi berupa uang, ada undang-undangnya. Hal ini diatur di dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang atau Barang (UU 9/61).

Untuk mengumpulkan donasi dari masyarakat, diperlukan izin dari pejabat yang berwenang. Dan izin ini hanya diberikan kepada perkumpulan atau organisasi kemasyarakatan. Hal ini diatur di dalam Pasal 3 UU 9/61, yang berbunyi: Izin untuk menyelenggarakan pengumpulan uang atau barang diberikan kepada perkumpulan atau organisasi kemasyarakatan dengan maksud sebagai mana tersebut dalam pasal 1 yang tidak bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan.

Individu atau netizen sendiri, tidak boleh melakukan pengumpulan donasi, karena tidak mendapat izin dari pejabat yang berwenang. Ada sanksi kurungan dan denda bagi masyarakat yang melakukan pengumpulan donasi berupa uang atau barang, yang tidak mempunyai izin dari pejabat yang berwenang. Hal ini diatur di dalam Pasal 8 ayat (1) UU 9/1961, yang berbunyi:

Dipidana dengan pidana kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp10 ribu, bagi barangsiapa:

a. Menyelenggarakan, menganjurkan atau membantu menyelenggarakan pengumpulan uang atau barang dengan tidak mendapat izin lebih dahulu seperti dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) UU 9/1961;
b. Tidak memenuhi syarat-syarat dan perintah yang tercantum dalam keputusan pemberian izin;
c. Tidak menaati ketentuan-ketentuan dalam Pasal 7 UU 9/1961.

Maka, berhati-hati lah dalam mengumpulkan donasi. Jangan sampai empati yang besar itu menjadi bumerang yang bisa merugikan diri sendiri.