Uji Coba Obat Antibodi dalam Melawan Corona
beritapapua.id - Uji Coba Obat Antibodi dalam Melawan Corona - harapanrakyat

Sejumlah perusahaan farmasi terkemuka melakukan uji coba cepat obat antibodi untuk melawan covid-19. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan penemuan vaksin covid-19 masih membutuhkan waktu yang lama. Pasalnya, beberapa vaksin yang sedang dikembangkan, masih memerlukan beberapa tahap uji coba sebelum mendapatkan izin beredar.

Dikutip dari detik, obat antibodi digunakan untuk menyuplai tubuh dengan antibodi tertentu tanpa bantuan sistem kekebalan tubuh. Pada dasarnya, sistem kekebalan tubuh akan terbentuk mengikuti pola perlindungan yang dikeluarkan tubuh ketika suatu virus memasuki tubuh seseorang. Antibodi sendiri adalah protein yang diproduksi tubuh jika diserang infeksi, yang dimana protein akan menyerang dan membunuh bibit penyakitnya.

Sedangkan vaksin bekerja dengan cara menyiasati sistem kekebalan tubuh, yakni dengan memasukkan virus yang sudah dilemahkan agar sistem kekebalan tubuh membentuk antibodi. Selain itu, sistem imunitas juga memiliki memori, sehingga ketika virus yang sebenarnya menyerang, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi otomatis.

Namun, tubuh sendiri perlu waktu beberapa bulan agar dapat bereaksi dengan optimal terhadap virus yang sebenarnya. Disinilah peran obat antibodi, yang berperan sebagai jalan pintas untuk mempersingkat waktu reaksi tersebut. Eksperimen obat antibodi telah melalui tahap uji coba kepada binatang, dan hasilnya dianggap memuaskan.

Baca Juga: Turis Asing Tidak Bisa Masuk RI sampai Akhir 2020

Antibodi Hanya Bersifat Sementara

Dr. Myron Cohen, pakar virologi dari Universitas of North Carolina mengatakan bahwa vaksin perlu waktu untuk bekerja untuk memaksa tubuh mengembangkan antibodi. Namun dia menambahkan bahwa ketika diberi obat antibodi, maka tubuh akan mendapatkan perlindungan seketika.

Myron tetap mengingatkan bahwa imunitas yang cepat hanya bersifat sementara. Obat antibodi diyakini hanya bersifat temporer, kurang lebih sebulan. Untuk itu, penggunaan obat antibodi ini lebih baik diprioritaskan untuk kelompok yang memiliki risiko tinggi terinfeksi covid-19 seperti para petugas medis, sehingga obat ini bisa menjamin keamanan tugas mereka.

Salah seorang pakar penyakit infeksi di Amerika Serikat, dr. Anthony Fauci menyatakan optimismenya terkait obat antibodi. Dia mencontohkan bahwa di masa lalu, obat antibodi mampu menekan wabah ebola secara efektif.

Patut diingat, bahwa obat antibodi juga memiliki risiko dimana obat tersebut mungkin tidak masuk ke organ tubuh yang sedang memerlukan antibodi. Ada juga risiko virus melakukan mutasi untuk menghindari antibody. Risiko lainnya adalah obat antibodi justru meningkatkan kemampuan virus untuk memasuki sel.