Upaya Bank Indonesia Papua Barat Dalam Mendukung UMKM
Pelatihan Bank Indonesia kepada UMKM Papua Barat (foto : istimewa)

Bank Indonesia (BI) kantor perwakilan Papua Barat, terus melakukan pelatihan guna mendukung pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Hal ini guna upaya mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Salah satunya fokus Bank Indonesia (BI) Papua Barat adalah noken atau tas rajutan karya masyarakat lokal di Papua. Hal itu BI Papua Barat wujudkan melalui pelatihan alat pintal noken kepada kelompok Mama Papua di Manokwari. Untuk itu Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) provinsi tersebut akan langsung membina kelompok Mama-mama.

“Pelatihan penggunaan alat pintal noken ini sebagai wujud nyata menciptakan UMKM yang berdaya saing, kreatif, tangguh dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan ekonomi berbasis kearifan lokal,” kata Kepala perwakilan BI Papua Barat Rut W.Eka Trisilowati di Manokwari, Rabu (28/4/2021).

Perwakilan Bank Indonesia : Noken Salah Satu Warisan Budaya Dunia

Ia mengatakan noken sebagai salah satu warisan budaya dunia, UNESCO sendiri menetapkan hal tersebut pada tanggal 4 Desember 2012. Noken masuk dalam golongan kategori 1, need urgent safeguarding atau warisan budaya yang membutuhkan perlindungan mendesak.

Oleh karena itu ia berharap semua pihak mau menjaga dan melestarikan budaya Papua yang telah dunia akui saat ini.

Baca Juga : PB PON XX Resmi Serahkan TBH Kepada Bidang TIK

Untuk pelatihan alat pintal noken itu, turut hadir untuk membantu adalah Yayasan Nirudaya Nusantara dan juga empat kelompok pengrajin lainnya. Masing-masing kelompok itu adalah kelompok noken Enago, kelompok usaha kreasi anyaman noken, kelompok noken Genemo dan kelompok noken Arfak.

“Masing-masing kelompok diwakili oleh 4 peserta sehingga secara total terdapat 12 Mama Papua pengrajin noken yang mengikuti kegiatan pelatihan ini,” ujar Eka.

Selain menyasar Mama Papua, Ia mengatakan terdapat empat mahasiswa dari Universitas Papua yang ikut menghadiri pelatihan tersebut.

“Empat orang mahasiswa kami ikut sertakan, supaya tumbuh semangat kebangaan dan jiwa kewirausahaan. Sehingga kerajinan noken terus dilestarikan, dan diharapkan akan ditularkan kepada rekan-rekan lainnya di kampus,” ujar dia.

Ia berharap pelatihan selama tiga hari ini, peserta dapat mengaplikasikan pengetahuannya untuk mengoptimalkan alat pemintal. Pelaksanaan pelatihan ini akan berlangsung dari 27–29 April 2021.

Selain itu ia berharap peserta bisa mengoperasikan alat pemintal sehingga agar bisa menghasilkan anyaman yang berkualitas tinggi. Dan pada akhirnya kerajinan itu bisa naik kelas sejalan dengan trend mode fashion nasional bahkan internasional.