Upaya Meminimalkan Insiden Migas
Beritapapua.id - Upaya Meminimalkan Insiden Migas Melalui Pembentukan SDM

Beritapapua.id – Upaya Meminimalkan Insiden Migas Melalui Pembentukan SDM. Setiap kegiatan eksplorasi minyak bumi dan gas (migas), Negara Indonesia sebagai pemilik cadangan migas mencari rekan bisnis yang kompeten dalam kegiatan eksplorasi. Kedua belah pihak diikat oleh sistem Kontrak Kerja Sama (KKS). Setelah melalui proses lelang, pemenang akan menanggung segala risiko dan biaya dari kegiatan eksplorasi. Negara tidak mengeluarkan modal sepeser pun tidak menanggung risiko apapun.

Guna memudahkan kontraktor kontrak kerja sama (kontraktor KKS) dalam menangani krisis ketika terjadi insiden, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membentuk Emergency Response Center (ERC) yang berbasis di kantor pusat SKK Migas. ERC berfungsi melakukan pengelolaan dan pengendalian keadaan darurat dan krisis secara cepat, namun, tetap berjalan dalam koridor hukum yang berlaku.

Baca juga: Mengenal City & Guilds Sebagai Partner Petrotekno

Pembentukan ERC Upaya Meminimalkan Insiden Migas

Pembentukan ERC dilakukan agar penanganan krisis bisa lebih fokus mengingat dampak yang ditimbulkan cukup besar apabila diabaikan. Keberadaan ERC juga mempercepat pengambilan keputusan apabila langkah yang diambil dalam penanganan krisis membutuhkan persetujuan dari SKK Migas. Begitu kondisi di lapangan menuntut adanya keputusan segera dari SKK Migas, pengambilan keputusan bisa langsung dilakukan di ruang kendali ERC.

ERC didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan dalam mengelola krisis. Melalui crisis management training, SDM di ERC dilatih untuk bisa menangani atau menghadapi tekanan dari luar ketika terjadi krisis. Mereka wajib mengantongi sertifikasi sebagai bentuk legalisasi atas kompetensi atau skill yang dimiliki. Pelatihan dan sertifikasi tersebut diperlukan untuk memastikan apakah SDM yang ditugaskan di ERC memiliki kompetensi sebagai incident commander atau emergency commander.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta perlindungan terhadap keselamatan lingkungan menjadi komitmen utama dalam menjalankan kegiatan usaha, sektor hulu migas. Namun, insiden atau musibah yang tidak terduga tetap tidak bisa dihindari. Pada saat terjadi insiden, industri hulu migas berkewajiban untuk segera melakukan penanganan agar dampak yang ditimbulkan tidak meluas hingga mengancam jiwa manusia atau membahayakan lingkungan. Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih merupakan salah satu faktor kunci untuk mampu menjalankan usaha dengan aman dan terkendali.