Upaya Pemerintah Memberi Bantuan Di Tengah Pandemi
beritapapua.id - Upaya Pemerintah Memberi Bantuan Di Tengah Pandemi - Pikiran Rakyat

Upaya Pemerintah Memberi Bantuan Di Tengah Pandemi – Sebagai upaya untuk membangkitkan ekonomi yang lesu di tengah Pandemi Covid-19, Pemerintah mengeluarkan segala kebijakan untuk membantu masyarakat. Berbagai Program dikeluarkan pemerintah selama masa Pandemi guna memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak perekonomiaannya akibat pandemi yang menyerang segala sektor. Mulai dari sektor ekonomi sampai dengan sektor Pariwisata yang meredup akibat kurangnya daya beli masyarakat. Hingga banyaknya karyawan yang mengalami PHK (pemutusan hubungan kerja).

Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menggelontorkan sejumlah besar Bantuan sosial tunai (BST) dalam rangka menggerakkan roda perekonomian. Dimana melalui program ini, pemerintah memberikan dana sebesar Rp 600.000 kepada masyarakat yang terdampak lewat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kemensos. Pemerintah daerah diberikan keleluasaan untuk mengajukan penerima bantuan. Kemudian disalurkan melalui transfer ke rekening masing-masing penerima atau lewat PT Pos Indonesia.

Selain itu Pemerintah lewat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga memberikan subsidi Listik gratis 450 VA dan 900 VA. Serta subsidi listrik gratis untuk UMKM dan industri kecil dengan daya 450 VA. Program listrik gratis bagi masyarakat atau pelanggan rumah tangga berlaku hingga September bagi masyarakat dan Oktober bagi UMKM dan industri kecil. Lewat program diketahui dapat membantu mengurangi dampak ekonomi akibat virus corona.

Baca Juga: Vina Panduwinata Rayakan Ulang Tahun ke-61

Pemberian Bantuan Bagi Para Korban PHK dan Pekerja Sebagai Upaya Pemerintah

Tidak hanya sampai disitu, Pemerintah juga kembali mengeluarkan kebijakan Program Kartu Prakerja. Yang mana merupakan program bantuan biaya pelatihan untuk angkatan kerja yang diberikan dalam rangka menanggulangi dampak pandemi Covid-19. Program ini diperuntukkan bagi masyarakat atau WNI yang berusia 18 tahun ke atas yang tidak sedang mengenyam pendidikan formal. Serta para pekerja korban PHK maupun pelaku UMKM yang terdampak Covid-19. Adapun bantuan yang diberikan adalah sebesar Rp3.550.000.

Program bantuan dari pemerintah juga rencananya akan diberikan bagi para karyawan swasta non-PNS dan BUMN. Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang rencananya akan diberikan kepada Rp13,8 juta pegawai swasta yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp150.000 per bulan. Serta pekerja swasta yang mendapatkan bantuan yaitu yang bergaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bantuan sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan akan diberikan per dua bulan, di mana dimulai pada September 2020.