Memberikan Nama
Urgensi Memberikan Nama yang Baik Pada Anak

Urgensi Memberikan Nama yang Baik Pada Anak – “Apalah arti sebuah nama?” ungkap seseorang. Kalimat tersebut kadang kali meremehkan makan sebuah nama. Padahal, nama atau julukan memiliki pengaruh pada perangai seseorang. Dalam ajaran Islam, pemberian nama adalah hulu dari sebuah kebaikan. Maksudnya, sebuah kehidupan diawali dengan perbuatan baik, yakni pemberian nama.

Hal tersebut sesuai dengan hadis,

مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا

“Barang siapa yang memulai mengerjakan perbuatan baik dalam Islam, maka dia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mencontoh perbuatan itu.” (HR. Muslim no. 1017)[2].

Sebagai contoh, seseorang yang memiliki nama Ibrahim, maka tak sedikit yang mengingat akhlak terpuji Nabi Ibrahim padanya. Begitu pula jika nama yang melekat pada anak adalah nama yang buruk.

Baca juga: Buktikan Vaksin Aman, Dr Aaron di Papua Suntik Diri Sendiri

Bukan berarti nama yang baik atau buruk menjadi kutukan bagi seseorang. Hanya saja, nama tersebut merupakan sedikit atau banyak mempengaruhi cara pandang seseorang terhadap si penyandang nama.

Islam telah mengatur bagaimana sebaiknya seorang muslim memberikan nama pada anaknya. Mulai dari kapan waktu terbaik menamai anak, adab pemberian nama, hingga nama terbaik. Berikut tata cara pemberian nama ala Islam.

1. Waktu Terbaik Memberikan Nama

Baca juga: Senyum Orang Tua adalah Ridha Allah

Dari Anas bin Malik, ia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

وُلِدَ لِىَ اللَّيْلَةَ غُلاَمٌ فَسَمَّيْتُهُ بِاسْمِ أَبِى إِبْرَاهِيم

“Semalam telah lahir anakku dan kuberi nama seperti ayahku yaitu Ibrahim.” (HR. Muslim no. 2315).

Hadis tersebut menjelaskan kapan waktu pemberian nama terbaik bagi anak yang baru lahir. Ada yang memaknai, bahwa lebih cepat lebih baik. Namun, Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah menjelaska dalam kitabnya Tasmiyatul Mawlud terdapat 3 waktu terbaik dalam memberikan nama,

  1. Di hari kelahiran,
  2. Sampai hari ketiga dari hari kelahiran,
  3. Di hari ketujuh dari kelahiran,

Ini menunjukkan bahwa dalam memberikan nama pun tak perlu terburu-buru. Memilihkan nama yang baik bukanlah hal yang mudah bagi sebagian orang. Itu sebabnya, Islam pun memberikan kelonggaran pada pemberian nama. Namun, Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan bahwa menyegerakan pemberian nama lebih utama.

2. Adab Memberikan Nama pada Anak

Dalam kitab Tasmiyatul Mawlud, terdapat bab syarat dan adab. Setidaknya ada 5 adab dalam memberikan nama seorang anak. Berikut adab dalam memberikan nama.

Pertama, menamai yang bermakna baik dan bagus.

Kedua, gunakan nama yang pendek dan tidak terlalu panjang.

Ketiga, gunakan nama yang mudah dilafalkan atau disebut.

Keempat, memudahkan orang lain untuk mengingat namanya.

Kelima, gunakan nama yang lumrah atau umum dalam agama dan masyarakat. Kemudian, gunakan nama yang cocok dengan perangainya.

3. Referensi Nama untuk Anak

Mengutip dari rumaysho, terdapat urutan nama-nama. Urutan ini sesuai dengan beberapa kajian ihwal nama yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan nama yang baik dalam Islam.

Pertama, baiknya nama anak adalah Abdullah dan Abdurrahman. Hal ini sesuai dengan hadis dari Ibnu ‘Umar, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَحَبَّ أَسْمَائِكُمْ إِلَى اللَّهِ عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَن

“Sesungguhnya nama kalian yang paling dicintai di sisi Allah adalah ‘Abdullah dan ‘Abdurrahman.”(HR. Muslim no. 2132).

Nama seperti ini memiliki makna penghambaan kepada Sang Maha Pencipta. Selain itu, makna dari Abdullah atau Abdurrahman pun baik. Nama tersebut kerap muncul dalam Alqurans seperti,

وَأَنَّهُ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا

“Dan bahwasanya tatkala Abdullah (yaitu hamba Allah, Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya.” (QS. Al Jin: 19).

Kedua, menamai anak dapat mengacu pada asmaul husna. Nama-nama ini juga menggambarkan penghambaan kepada Tuhan. Seperti Abdul Malik, Abdur Rozaq, Abdul Halim, dan lain sebagainya.

Ketiga, nama yang baik juga boleh menggunakan nama-nama Nabi. Dalam hal ini mengacu pada hadis dari Al Mughirah bin Syu’bah ia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَمُّونَ بِأَنْبِيَائِهِمْ وَالصَّالِحِينَ قَبْلَهُم

“Dulu mereka memberi nama dengan nama-nama para Nabi mereka dan orang-orang shaleh dari kaum sebelum mereka.” (HR. Muslim no. 2135).

Keempat, gunakanlah nama-nama orang saleh. Ada banyak sekali nama-nama orang saleh dalam Islam, baik laki-laki maupun perempuan seperti Khadijah, Zainab, Hamzah, Khalid, dan lain sebagainya.