Usai Bebas, 2 Residivis Maling lagi
beritapapua.id - Usai Bebas, 2 Residivis Maling lagi - Kronologi

Usai Bebas, 2 Residivis Maling lagi – Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diduga mencuri mobil akhirnya diringkus oleh Polisi di Jambi. Kedua pelaku tersebut merupakan narapidana yang baru dibebaskan dari penjara.

“Kedua tersangka ini baru saja bebas dari penjara. Mereka ini adalah residivis akan kasus yang sama. Kedua Residivis juga adalah warga Sumatera Selatan (Palembang). Mereka kita tangkap di perbatasan Jambi – Palembang saat berhasil mencuri mobil di Jambi dan membawanya ke Palembang,” Kata Kapolsek Kotabaru, Jambi AKP Afrito Marbaro Macan dikutip dari detik.com.

Kedua pelaku tersebut bernama Sugandi dan Joni yang ditangkap pada Jumat (10/04). Saat penangkapan kedua pelaku ditembak pada bagian kaki karena sempat berusaha kabur saat akan ditangkap polisi.

Kedua pelaku diduga mencuri satu unit mobil milik warga di kawasan Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Mobil tersebut nantinya akan dijual ke penadah di Sumatera Selatan dengan harga Rp70 juta.

“Korban waktu itu melapor ke kita, jika mobilnya hilang di teras rumah setelah ia pergi melaksanakan salat Jumat di masjid. Lalu kondisi itu dimanfaatkan tersangka untuk mencuri mobilnya. Dari laporan itu kita tindak lanjuti langsung segera kita koordinasi dengan polisi di Sumsel untuk menangkap tersangka,” ujar Afrito.

Dari pengakuan para tersangka, uang dari hasil penjualan mobil tersebut akan digunakan untuk keperluan hidup dan berfoya-foya. Polisi masih mendalami kasus ini karena diduga masih ada pelaku lainnya dalam melakukan aksinya.

“dari pengakuan tersangka ini jika berhasil jual mobil seharga Rp70 juta ke penadah di Palembang duitnya tadi untuk berfoya-foya. Saat ini kita juga masih mendalami kasus ini karena masih akan menangkap tersangka lainnya” ucap Afrito.

Atas perbuatan itu, Sugandi, dan Jonni ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan pemberatan.

Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Bersamaan dengan Lima Gunung Lainnya

Aturan Mengenai Penembakan Yang Dilakukan Polisi

Institute for Crime Justice Reform (ICJR) Erasmus Napitulu mengkritisi soal penembakan oleh petugas dalam konteks karena terduga pelaku melarikan diri. Jika hanya melarikan diri dan masih mungkin terduga pelaku untuk ditangkap, tidak perlu dilakukan penembakan.

Penembakan yang dilakukan oleh aparat, menurut Erasmus, dibenarkan ketika pelaku yang melarikan diri disertai adanya ancaman kepada masyarakat. ICJR menyatakan tidak melarang prosedur penembakan oleh aparat atau membela pelaku kejatahan.

“Tapi kita ingin aparat penegak hukum kita lebih profesional” ucap Erasmus. Menurut penulis penembakan hanya boleh dilakukan sesuai dengan SOP Kepolisian, dan penembakan terhadap pelaku hanya dapat dilakukan apabila mengancam keselamatan petugas dalam konteks untuk mempertahankan keselamatan diri atau bela diri dalam keadaan terancam sebagaimana diatur pada ayat 49 KUHP.

Dalam Konteks terduga pelaku tertembak lalu meninggal dunia dan bagi pihak keluarga penembakan tersebut dilakukan secara sembarang dan tidak sesuai prosedur maka sebagaimana diatur dalam Pasal 79 juncto Pasal 77 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHAP) maka dapat diajukan Praperadilan, serta ganti kerugian akibat tindakan polisi yang dapat dibuktikan telah melakukan prosedur secara keliru dan melanggar Pasal 81 KUHAP.

Tuntutan ganti rugi dapat diajukan oleh ahli warisnya atau pihak ketiga yang berkepentingan dalam praperadilan yang diajukan oleh keluarga yang dirugikan akibat tindakan kepolisian.