Usai Shalat Tarawih Berjamaah, Warga Sidoarjo Lakukan Rapid Test
beritapapua.id - Usai Shalat Tarawih Berjamaah, Warga Sidoarjo Lakukan Rapid Test - Detik News

Ratusan jemaah dua masjid di Kecamatan Taman, Sidoarjo, menjalani rapid test usai salat tarawih. Dari 203 jemaah, ditemukan 16 reaktif rapid test. Tiba-tiba petugas Polresta Sidoarjo mendatangi masjid tersebut usai mereka menjalankan shalat tarawih. Ratusan orang yang berada di dalam masjid kemudian diwajibkan mengikuti rapid test virus corona.

“Dari dua masjid yang berada di Taman, Sidoarjo ini salah satu masjid berjumlah 126 jemaah didapati 12 orang reaktif. Sedangkan di masjid lain ada 77 jamaah didapati 4 jamaah reaktif,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo, Syaf Satriawarman.

Syaf Satriawarman menjelaskan, dari 16 yang reaktif itu sambil menunggu giliran tes swab, diharuskan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Selanjutnya bila sudah menjalani tes swab dua kali, mereka akan dirawat di rumah sakit.

Baca Juga: Seorang Pasien Positif Covid-19 di Manokwari Dinyatakan Sembuh

Pemerintah Menghimbau Masyarakat Beribadah Dari Rumah Saja

Pemerintah melalui Kementerian Agama ( Kemenag) sekaligus bagian dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mengimbau masyarakat agar melaksanakan ibadah tarawih di rumah masing-masing selama Bulan Suci Ramadhan.

Sebelumnya, pada 6 April 2020, Menteri Agama Fachrul Razi mengeluarkan surat edaran mengenai Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi Covid-19. Dalam surat edaran tersebut, diatur sejumlah ketentuan yang memusatkan pada kegiatan ibadah tidak dilakukan secara berjamaah di masjid seperti biasa, melainkan di rumah bersama keluarga inti.

Pada situasi pandemi ini, beribadah dari rumah disebut memiliki pahala dan nilai yang lebih besar di mata Allah SWT. KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi menjelaskan, amal seseorang di mata Allah SWT tergantung pada tingkat kesulitannya. Semakin berat ujian atau tantangan dalam menjalankan amal ibadah itu, maka kian besar pula pahalanya.

Selain itu Para pemuka agama menegaskan kepada masing-masing umat beragama di Indonesia untuk beribadah di rumah masing-masing dalam keadaan darurat sebagai upaya menekan penyebaran pandemi virus corona.

Mereka juga sepakat untuk menghimbau masyarakat agar semakin meningkatkan ibadah lebih dari hari biasanya. Seruan itu datang dari Pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha dalam konferensi pers di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).