Ustad Maheer At-Thuwailibi Ditangkap Polisi
Beritapapua.id - Ustad Maheer At-Thuwailibi Ditangkap Polisi - Tempo

Ustad Maheer At-Thuwailibi Ditangkap Polisi – Ustad Maheer At-Thuwailibi ditangkap oleh pihak kepolisian di kediamannya di Kedung Badak, Bogor, pada Kamis (3/12). Pria bernama asli Soni Eranata ini ditangkap terkait kasus ujaran kebencian di salah satu akun media sosialnya, @ustadzmaheer_.

“Memang benar tadi pagi jam 4 subuh tim Bareskrim Polri terutama cyber telah melakukan penangkapan di daerah Bogor,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Kamis (3/12), seperti yang dilansir dari okezone.

Maheer sendiri ditangkap atas laporan dari seseorang bernama Husin Shahab. Laporan ini sendiri dikirimkan ke pihak kepolisian pada 17 November silam.

“Alhamdulillah sudah melaporkan secara resmi Maaher At-Thuwailibi atau yang nama aslinya Soni Eranata,“ kata Kuasa Hukum Husin Shahab, Muanas Alaidid, Selasa (17/11).

“Ke Bareskrim Polri dengan dugaan tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, serta ujaran kebencian melalui ITE,” tambah Muanas.

Muanas mengatakan bahwa Maheer sendiri telah berulang kali melakukan penghinaan, dari ke tokoh agama, hingga penghinaan kepada pihak kepolisian.

“Dugaan penghinaan yang dilakukan Maaher bukan hanya yang pertama, dia juga pernah melakukan penghinaan kepada pihak kepolisian. Dia juga pernah melakukan penghinaan terhadap Kyai Maruf, Kyai Said, dan ulama lain,” ungkapnya.

 Baca Juga: Kapal Rombongan Sosialisasi Pilkada KPU Raja Ampat Terbakar

Gus Miftah Berdoa Untuk Kesehatan Maheer

Gus Miftah, salah satu tokoh Nadhatul Ulama (NU) yang kerap kali bersinggungan dengan Maheer, bereaksi atas penangkapan tersebut.

“Pertama, saya tidak ada persoalan pribadi dengan Ustad Maheer. Perselisihan saya dengan Ustad Maheer semata membela kehormatan guru saya, Maulana Habib Luthfi bin Yahya yang sudah dihina Ustad Maheer,” kata Gus Miftah di akun instagramnya, Kamis (3/12).

Ia pun mengaku tidak punya permasalah pribadi dengan Maheer. Tidak hanya itu, Gus Miftah pun turut mendoakan Maheer agar tetap sehat selalu.

“Mudah-mudahan Ustad Maheer kuat, sabar, dan yang jelas harus sehat karena kasihan kalau harus berurusan dengan hukum sementara badannya sakit,” ujarnya.

Gus Miftah pun menegaskan bahwa penangkapan Maheer bukanlah bentuk kriminalisasi terhadap suatu pihak tertentu. Ia mengatakan bahwa Indonesia adalah negara hukum dan siapapun yang bersalah maka akan berhadapan dengan proses hukum.