UWRF, Festival Literasi Terbesar Asia Tenggara
Beritapapua.id - UWRF, Festival Literasi Terbesar Asia Tenggara - publisherweekly

UWRF, Festival Literasi Terbesar Asia Tenggara – Keberagaman Indonesia tercermin dari berbagai macam budaya dan pesona alam yang tidak pernah habis. Dari berbagai fenomena sosial dan alam ini juga kemudian lahir bakat-bakat besar yang menelurkan karya ke dalam berbagai bentuk, termasuk literasi. Salah satu kegiatan yang paling dinanti dan telah menjadi salah satu festival tahunan yang mendunia pun diselenggarakan di Indonesia. Ia adalah Ubud Writers and Readers Festival (UWRF).

UWRF merupakan sebuah festival sastra tahunan yang diadakan di Ubud, Bali, Indonesia. Festival tersebut merupakan gagasan Janet DeNeefe, salah satu pendiri Yayasan Mudra Swari Saraswati yang menjadi penyelenggara festival. Yang merupakan tintisan dari proyek pemulihan terhadap Bom Bali 2002 dan pertama kali penyelenggaraannya yakni pada tahun 2004. Sebagai bagian dari upaya membantu pemulihan pariwisata, kegiatan ekonomi utama Pulau Dewata. Setelah pengeboman teroris yang menyerang Kuta setahun sebelumnya. Festival tersebut biasanya diadakan pada bulan Oktober setiap tahun.

Baca Juga: Erick Thohir Akan Siapkan Bantuan 93 Juta Vaksin

Festival Tata Bahasa dan Gagasan Terbesar Asia

UWRF merupakan festival tata bahasa dan gagasan terbesar Asia, yang melibatkan para penulis, seniman, pemikir dan pementas tersohor dari seluruh dunia. Termasuk para penulis lokal yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, silih berganti hadir untuk mengisi festival ini bersama dengan penulis lain dari berbagai negara.

Keberadaan UWRF saat ini juga bertujuan untuk mempromosikan Ubud sebagai pusat kesenian dan budaya. Serta memamerkan penulis-penulis Indonesia kepada panggung internasional. Dan membantu pengembangan pemuda-pemudi Indonesia melalui program pendidikan dan sastra.

UWRF telah menempati posisi sebagai festival sastra yang paling banyak peminatnya seasia tenggara. Festifal ini lebih mengarah ke festival sosial, budaya, politik, dan seni, ketimbang “sekedar” festival sastra.

UWRF memberlakukan subsidi silang yang mana hasil penjualan tiket dari pengunjung-pengunjung asing untuk mengadakan program-program gratisnya. Seperti lokakarya untuk anak-anak dan siswa-siswi SMA beserta gurunya, dan potongan harga tiket bagi pengunjung festival dari dalam negeri.

Penyelenggaraan UWRF biasanya memakan waktu selama lima hari berturut-turut. Sesuai temanya, sejumlah acara dan gerakan yang sangat powerful dan menghadirkan pembicara dari beragam negara akan membantu peserta untuk membuat segalanya lebih baik. Mulai dari urusan politik hingga teknlogi, lingkungan hidup dan spiritual.