Vaksin Booster Menjadi Syarat Wajib Untuk Mudik Lebaran
beritapapua.id - Ilustrasi mudik lebaran. (Foto: Tempo)

Wakil Presiden Ma’ruf Amin berencana menjadikan vaksin ketiga atau booster virus corona (Covid-19) sebagai syarat perjalanan mudik bagi masyarakat di musim libur Lebaran 2022.

Bagi masyarakat yang sudah melakukan vaksin ketiga atau booster ini, maka tidak perlu lagi ada semacam di tes PCR atau di Antigen yang harus dilakukan ketika akan mudik.

Meskipun baru rencana saja, namun semua ini bisa saja disahkan apabila lonjakan kasus infeksi yang saat ini sudah menurun, tidak kembali meningkat dalam masa Ramadhan atau Lebaran nanti.

Melansir dari kompas.com, ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Cocid-19, dr. Alexander Ginting mengatakan hingga saat ini pihaknya masih merumuskan syarat vaksinasi seperti apa yang nantinya perlu berlaku dalam masa mudik Lebaran 2022.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti turut menanggapi pernyataan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Dia mengatakan bahwa kebijakan tersebut dapat menimbulkan masalah kepada masyarakat yang ingin melaksanakan mudik. Sebab menurutnya Indonesia selama ini untuk perjalanan antar kota kini telah ada beberapa kelonggaran protokol kesehatan (Prokes) di berbagai daerah.

Apa Itu Vaksinasi Booster?

Melansir dari covid19.go.id, vaksinasi booster sendiri merupakan upaya mengembalikan imunitas dan proteksi klinis yang menurun di populasi yang [ditemukan] berdasarkan hasil sero survei. Vaksin booster memungkinkan sistem tubuh untuk mengenali dan merespon virus penyebab penyakit dengan lebih cepat. Penyuntikan booster tersebut akan [dimulai] jika jumlah populasi yang telah menerima vaksin 2 dosis telah mencapai 50 persen.

Baca Juga: Menteri Kesehatan Katakan Indonesia Siap Transisi ke Endemi

Vaksinasi booster ini [diperlukan] karena kekebalan tubuh yang dapat berkurang seiring waktu dan juga adanya varian virus baru. Misalnya saja varian covid-19 yang terus berevolusi untuk menghindari beberapa bagian dari respon imun kita.

Di Indonesia sendiri, sudah sebanyak 11.942.963 penduduknya telah menjalani vaksinasi ketiga. Hal tersebut berdasarkan dari data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 hingga Sabtu siang, 5 Maret 2022.

Jenis vaksin yang saat ini boleh menjadi pilihan booster antara lain Sinovac, AstraZeneca, Pfizer dan Moderna. Vaksin Sinovac bisa [diberikan] setelah 6 bulan, Astrazeneca setelah 3 bulan, Pfizer setelah 8 bulan dan Moderna setelah 1 bulan.

Menurut FDA, sebagaimana melansir dari Yale Medicine, efek samping yang paling sering [dialami] oleh individu yang menerima vaksin booster adalah rasa sakit, kemerahan dan bengkak di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, panas dingin, hingga nyeri otot atau sendi. Karena itu, kondisi fisik saat akan vaksinasi booster perlu [diperhatikan] dan harus dalam kondisi prima.