Vaksin Terbaik Adalah Perubahan Perilaku Masyarakat
Beritapapua.id - Vaksin Terbaik Adalah Perubahan Perilaku Masyarakat - Tirto

Vaksin Terbaik Adalah Perubahan Perilaku Masyarakat – Perubahan perilaku masyarakat, untuk saat ini, merupakan vaksin yang terbaik. Hal ini disampaikan oleh Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Sonny B Harmadi.

Perubahan perilaku tersebut adalah dengan cara menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Ketiga hal ini disebut dengan 3M.

“Penanganan Covid-19 tidak dapat hanya bergantung pada upaya kesehatan yaitu vaksinasi dan pengobatan. Oleh karenanya, upaya penanganan harus dimulai dari masyarakat itu sendiri. Vaksin perubahan perilaku adalah vaksin terbaik saat ini,” kata Sonny dalam Webinar Cerdas dan Kreatif dengan Ubah Laku, Selasa (10/11).

Ia pun mencontohkan bahwa sudah banyak negara yang berhasil melewati pandemi, karena masyarakatnya disiplin dalam mematuhin protokol kesehatan, diantaranya Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan dan Hongkong.

“Karena mereka punya kebiasaan untuk memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta mencuci tangan pakai sabun, ketika mereka sedang berada di dalam situasi pandemi,” jelas dia.

Sonny pun meminta masyarakat agar berjuang bersama memutus mata rantai penularan sebelum vaksin ditemukan, dengan cara merubah perilaku.

Satgas Covid-19 sendiri sudah meluncurkan Buku Pedoman Perubahan Perilaku pada September silam.

Baca Juga: Pasar Modern Rufei Kota Sorong Akan Segera Diresmikan

Penundaan Program Vaksinasi

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Dany Amrul Ichdan mengatakan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk menunda recana vaksinasi covid-19. Pada awalnya pemerintah yakin dapat mendistribusikan antivirus Corona itu kepada masyarakat pada November 2020.

Masalah vaksin ini dinamis. Keputusan ini kan dinamis. Tentu dengan melihat masalah di lapangan, supaya ini lebih baik, ini mundur untuk memenuhi kehati-hatian,” katanya seperti ditayangkan akun Youtube Indonesia Lawyers Club, Selasa (27/10).

Senada dengan Dany, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan juga mengatakan bahwa rencana vaksinasi covid-19 pada November 2020 bisa saja mundur.

Menurutnya, mundurnya jadwal vaksinansi ini disebabkan karena Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membutuhkan waktu untuk mengeluarkan emergency use of authorization.

Luhut juga menekankan bahwa Presiden Joko Widodo tidak mau mengambil risiko dan memilih untuk mengikuti aturan yang ada.