Vicky Prasetyo Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara
beritapapua.id - Vicky Prasetyo Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara - Urbanasia

Presenter Vicky Prasetyo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik. Dia terancam hukuman penjara hingga 4 tahun dan denda uang sebesar 750 juta. Vicky terbukti melanggar Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (3) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Berawal dari Vicky menggerebek rumah Angel Lelga di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada 19 November 2018. Ia membawa segerombol kru infotainment, ketua RT, dan warga setempat. Vicky ingin memergoki Angel yang diduga berselingkuh dengan keberadaan pria lain (Fiki Alman) di rumahnya. Vicky kemudian melaporkan Angel ke Kepolisian dengan tuduhan perzinaan.

Namun ternyata polisi menyatakan tudingan itu tak terbukti sehingga perkaranya dihentikan. Tiga hari setelah penggerebekan atau pada 21 November 2018 Angel melaporkan balik Vicky ke Polda Metro Jaya. Kuasa hukum Angel, I Nyoman Adi Peri ketika itu mengatakan ada beberapa hal yang dilaporkan. Yakni perusakan oleh orang-orang yang masuk ke rumahnya tanpa izin, pencemaran nama, dan dugaan pengancaman.

Baca Juga: Istri Panji Trihatmodjo, Varsha Strauss Memakai Kebaya Mencuri Perhatian

Vicky Prasetyo Titip Anak-anaknya Ke Raffi Ahmad

Beberapa hari sebelum menyerahkan diri Vicky Prasetyo juga sempat menghubungi Raffi Ahmad, untuk menitipkan anak-anaknya. Raffi kaget setelah Vicky menunjukan surat panggilan dari pihak berwajib. Rupanya surat tersebut terkait kelanjutan proses hukum atas kasus perseteruannya dengan Angel Lelga.

Begitu tiba di rutan, Vicky pun diperintahkan untuk mengikuti protokol kesehatan pengecekan suhu dan tes. Ia dinyatakan negatif namun tetap harus melakukan karantina selama 14 hari. Saat ini, Vicky tengah menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut dan ditahan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

“Dia begitu masuk ke dalam kita berlakukan protokol kesehatan, dia kita suruh mandi terlebih dahulu dan kita ganti bajunya, dan kita tempatkan diisolasi untuk waktu 14 hari,” ungkap Rangga Permata Kepala Rutan Salemba.

Usai melakukan karantina mandiri, nantinya Vicky akan dimasukkan ke dalam ruang tahanan yang berkapasitas 10 orang. Ia juga menjelaskan saat ini Vicky dalam keadaan baik-baik saja.

Kuasa hukum Vicky, Ramdan Alamsyah mengatakan bahwa kliennya jadi tahanan adalah kewenangan dari Kejaksaan. Meski begitu, Ramdan menyebut bahwa kasus kliennya diduga ada indikasi ketidakadilan.

“Kami menilai dan melihat ada ketimpangan. Kenapa? Kami tidak melakukan protes terhadap kewenangan kejaksaan, tapi kami melihat ada sesuatu yang memang harus diluruskan,” ucapnya.