Persipura Terancam Bubar
Viral Bank Papua Enggan Bayar, Persipura Terancam Bubar

Bank Papua Enggan Bayar, Persipura Terancam Bubar – Belakangan ini, muncul kabar bahwa Bank Papua selaku sponsor Persipura enggan membayarkan sisa kontraknya senilai 5 miliar rupiah. Isu ini kemudian viral di tengah masyarakat.

Pasalnya, saat ini Persipura tengah mengalami krisis keuangan. Persipura terancam bubar lantaran kesulitan membayar gaji pemain, pelatih, dan seluruh ofisial. Karenanya, ketua umum Persipura, Benhur Tomi Mano, menghentikan seluruh aktivitas klub.

Baca juga: Warga Protes Atas Pembagian Sembako Yang Tidak Merata

“Kami sangat sayangkan situasi ini, padahal kita punya kesempatan untuk berlaga di AFC Cup 2021. Karena tidak mungkin kita paksakan tim berjalan tanpa membayar gaji pemain, pelatih, dan ofisial,” kata Tomi Mano dalam keterangan resminya, mengutip dari voi, Kamis (07/01/2021).

Menurut informasi yang beredar, Bank Papua selaku sponsor utama mengabarkan untuk tak lagi memberikan dukungan. Padahal sesuai kontrak, masih ada dana sponsorship senilai 5 milyar yang harus Bank Papua lunasi.

Benhur tentu menyangkan sikap sponsor utama timnya ini. Atas keputusan dadakan tersebut, kini klub terpaksa mandek.

“Dengan surat Bank Papua ini berarti kami tidak lagi punya sumber dana untuk beraktivitas, dan kita semua tahu bagaimana menurunnya ekonomi selama pandemi Covid-19, sehingga kemampuan kita secara finansial juga menurun, apalagi ada kewajiban untuk tetap membayar gaji seluruh personel tim,” ujarnya.

Klarifikasi Bank Papua Terkait Isu Persipura Terancam Bubar

Berita terkait: Pekan 28 La Liga Spanyol Masih Sesuai Prediksi

Terkait isu dana sponsorship Persipura yang terlambat, Bank Papua angkat bicara. Menurut pihak mereka, tuduhan bahwa Bank Papua enggan membayar tidak tepat. Alasannya, mereka mengacu pada surat perjanjian kerjasama (PKS) pembayaran kontrak dibagi dalam tiga termin.

Pemimpin divisi sekretaris perusahaan Bank Papua, Erna M. Kapisa, menyebut pihaknya setuju menjadi sponsor Persipura dengan menyediakan dana 10 milyar. Pihaknya menyebut perjanjian itu berjalan selama masa kompetisi tahun 2020, dalam Liga 1.

“Bank Papua menyetujui menjadi Sponsor Utama Persipura dalam mengikuti Kompetisi Liga 1 tahun 2020 dengan menyediakan dana sebesar 10 miliar rupiah selama masa kompetisi tahun 2020,” ungkapnya.

Menurut Erna, pembayaran akan dilakukan dalam 3 tahap. Pertama, 5 milyar saat kompetisi Liga 1 dimulai. Dana tersebut sudah keluar pada 5 Maret 2020 lalu. Termin kedua dana sebesar 3,5 milyar akan dibayarkan ketika liga memasuki putaran kedua. Sedangkan termin ketiga, dana sebesar 1,5 milyar, akan keluar setelah Liga 1 selesai.

Persoalannya, Liga 1 berhenti berputar lantaran pandemi. Padahal, kompetisi tersebut baru menghela 3 pertandingan saja. Oleh karenanya, pembayaran sponsor utama Persipura itu harus mandek karena menunggu masa termin kedua dan ketiga.

“Dengan diberhentikannya sementara Kompetisi Liga 1 tahun 2020, maka Bank Papua belum dapat mencairkan dana sponsorship tahap ke II dan III. Hal ini sesuai dengan persyaratan pencairan dana sponsorship yang telah disepakati dalam Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Bank Papua dan Persipura,” ungkap Erna dalam perjanjian tertulis.

ÔÇťApabila Kompetisi Liga 1 tahun 2020 dilanjutkan, maka Bank Papua akan segera memenuhi kewajiban sesuai isi PKS untuk merealisasikan/pencairan dana sponsorship tahap II dan III,” imbuhnya.

Bank Papua Akan Terus Dukung Tim Mutiara Hitam

Baca juga: Senyum Orang Tua adalah Ridha Allah

Pihak Bank Papua menyebut akan terus mendukung Persipura. Mereka berjanji akan membayar sisa kontrak apabila kompetisi kembali bergulir. Namun hingga saat ini belum ada kepastian soal kapan Liga 1 akan berlanjut.

“Sampai saat ini pihak PSSI dan LIB belum memberikan kejelasan terkait kelanjutan Kompetisi Liga 1 tahun 2020,” ungkap Erna.

Imbas kondisi tersebut, Persipura terpaksa harus menghentikan segala aktivitas hingga ada perkembangan selanjutnya dari dana sponsor tersebut.

“Kami juga kaget dengan kepastian Bank Papua yang tidak bersedia membayar sisa kontrak, padahal kami dengar yang disampaikan oleh Komisaris Utama adalah akan tetap ada dana untuk pembinaan pemain Persipura walaupun kompetisi tidak berjalan. Tapi ternyata tidak bisa dibayarkan,” tulis Benhur Tomi Mano, ketua umum Persipura.