VIRAL!! Eks Timnas U-19 Yudha Febrian Lakukan Pelecehan Seksual
beritapapua.id - Yudha Febrian (foto : goal.com)

Nama Yudha Febrian mendadak viral akhir-akhir ini. Bukan karena kiprahnya dalam mengolah si kulit bundar. Melainkan, mantan atlet sepak bola Timnas U-19 Indonesia ini terjerat kasus indisipliner.

Yudha Febrian tersandung 2 kasus. Pertama, Yudha ketahuan pergi ke tempat hiburan malam bersama rekan satu kamarnya. Oleh karenanya, PSSI mencoret nama Yudha dari Timnas U-19.

“Kalau kamu punya masalah, selesai kariermu. Dia bukan pemain Timnas Indonesia lagi,” ucap Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mengutip bola.com

Kemudian, kini eks bek kiri Timnas U-19 itu kembali melakukan kasus indisipliner yakni pelecehan seksual. Kasus ini menyeret nama baik klub Barito Putera sebagai kesebelasan Yudha.

Menurut pihak Barito Putera, Yudha Febrian mengakhiri kontrak dan mengundurkan diri setelah tersandung kasus tersebut. Bahkan, mereka menyebut Yudha sudah tidak bersama mereka lagi sejak tanggal 15 April 2021.

“Berdasarkan poin 1 di atas, maka yang bersangkutan tidak lagi sebagai pemain PS Barito Putera serta dinyatakan sebagai status bebas,” tegas pernyataan Barito Putera.

Selanjutnya, berdasarkan informasi terakhir, kasus pelecehan seksual oleh Yudha Febrian berujung damai. Mantan pemain Barito Putera itu sudah melakukan permohonan maaf dan mengakui perbuatannya.

Hal ini terlihat pada unggahan akun media sosialnya. Terlihat, Yudha Febrian menghaturkan ungkapan minta maaf kepada korban.

“Saya atas nama Yudha meminta maaf sebesar-besarnya atas kekhilafan terhadap Senandikha. Masih suasana lebaran, mohon maaf lahir dan batin. terima kasih,” kata Yudha.

Manajer Barito Putera Soal Kasus Yudha: Itu Gambaran Pemain Sepak Bola Indonesia

Selanjutnya, manajer Barito Putera, Mundari Karya, menyebut bahwa kasus yang terjadi pada Yudha Febrian adalah lazim. Artinya, insiden indisipliner seperti pergi ke tempat hiburan malam merupakan hal yang sering terjadi pada pemain sepak bola Indonesia.

Oleh karenanya, Mundari menyebut bahwa ini adalah hal yang perlu menjadi sorotan dunia Sepak Bola Indonesia. Selain itu, Yudha Febrian juga menyebut ini adalah alasan mengapa Sepak Bola Indonesia sulit berkembang.

“Kejadian Yudha ini merupakan gambaran sepak bola Indonesia. Ini hanya contoh saja. Kenapa sepak bola kita begini (tidak berprestasi)? Ini PR (Pekerjaan Rumah) kita, ini kebetulan saja kejadiannya di bekas pemain saya,” kata Mundari mengutip CNNIndonesia.com, Senin (17/05/2021).

Baca Juga : Doa Saat Kehilangan Barang atau Harta

Mundari bahkan menyebut kembali kasus penganiayaan oleh Saddil Ramdani tahun 2018 lalu. Menurutnya, ini menjadi pekerjaan bersama dalam membenahi sepak bola Indonesia.

“Dulu ada Saddil, kasusnya lebih berat lagi kan tuh. Ini gambaran sepak bola kita. Walaupun hanya beberapa pemain, kita juga harus sadar dan berbenah dengan situasi seperti ini. Kecolongan lah saya ini. Sebagai pembina saya prihatin,” imbuh Mundari.

Tentu, mundari mengaku prihatin mendengar anak asuhnya melakukan hal tersebut. Baginya, ini adalah panggilan untuk seluruh pembina dan pelatih klub untuk serius membina pemain mereka. Ia berharap bahwa kejadian ini tidak merusak masa depan Yudha Febrian. Terlebih, masa depan pemuda Indonesia.

“Bukan soal tidak kapok, tapi itu kondisi anak-anak muda kita. Mereka dari daerah masuk ke Jakarta. Kami mau benahi secara bertahap. Pengalaman ini jangan sampai merusak karier dia,” tukas Mundari.