Virus Corona Bukanlah Konspirasi
beritapapua.id - Virus Corona Bukanlah Konspirasi - newslit

Pandemi virus corona di seluruh dunia semakin berkembang dan mengakibatkan jutaan pasien terinfeksi serta ratusan ribu korban yang meninggal. Data dari worldmeter, jumlah total kasus covid-19 untuk tanggal 11 Agustus adalah sebanyak 20,2 juta kasus dengan korban yang meninggal sebanyak 737 ribu jiwa. Sedangkan 13,1 juta pasien dinyatakan sembuh. Pandemi ini sendiri diyakini tidak akan berakhir dalam waktu yang cepat. Sedangkan vaksin untuk corona belum ditemukan sampai sekarang ini.

Meski begitu, tetap saja ada sekolompok orang yang meyakini bahwa covid-19 sejatinya hanyalah konspirasi. Isu covid-19 adalah konspirasi bahkan semakin beredar luas di masyarakat. Imbasnya, masyarakat yang termakan dengan isu tersebut jadi abai terhadap protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Konspirasi awal yang sering didengungkan adalah bahwa covid-19 adalah senjata pemusnah massal yang diciptakan oleh suatu negara. Teori ini sendiri sudah dibantah oleh beberapa peneliti bahwa virus ini hanyalah salah satu jenis dari keluarga besar virus corona.

Peneliti Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Neni Nurainy mengatakan bahwa pandemi adalah bagian dari sejarah manusia dan kemungkinan akan terus berulang di masa yang akan datang.

Baca Juga: Delapan Perwira Berpotensi Jadi Kapolri

Jerinx: Virus Corona Hanyalah Konspirasi Elit Global

Jerinx, drummer band asal Bali, Superman Is Dead, termasuk salah satu public figure yang kerap kali menyuarakan bahwa covid-19 hanyalah konspirasi elit global. Dia menuding virus ini digunakan elit global untuk mengurangi populasi manusia. Kasus Jerinx sempat menjadi viral setelah dia dilaporkan atas pernyataannya yang menuding Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai kacung WHO.

Dikutip dari detik, Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito menegaskan bahwa virus ini bukanlah konspirasi. Dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal youtube BPNB pada 28 Juli 2020, Wiku mengungkapkan bahwa virus ini sudah menyerang seluruh dunia. Korban yang berjatuhan pun tidak hanya sebatas warga sipil, namun hingga tenaga kesehatan.

Wiku pun meminta agar public figure tidak sembarangan berbicara mengenai virus covid-19. Public figure dapat bertanya dulu kepada pakar sebelum menyampaikan pesan kepada masyarakat.