Vonis Hakim Terhadap Perusahaan Penyebab Kebakaran Hutan di Jambi
beritapapua.id - Vonis Hakim Terhadap Perusahaan Penyebab Kebakaran Hutan Di Jambi - Matra

Kasus kebakaran hutan sering sekali terjadi, kebakaran hutan biasanya disebabkan oleh orang atau badan usaha yang membakar hutan demi membuka lahan perkebunan mereka.

Kejadian pembakaran hutan berlangsung di Jambi yang dilakukan oleh PT. Agro Tumbuh Gemilang Abadi (PT. ATGA). Pengadilan Negeri (PN) Jambi menjatuhkan hukuman terhadap PT. ATGA untuk membayar ganti kerugian lingkungan hidup sebesar Rp590,5 miliar. Perusahaan itu dinyatakan merusak lingkungan karena membakar hutan pada 2015 lalu.

“Menghukum PT. ATGA membayar ganti rugi sebesar Rp590.543.023.000,” vonis ketua majelis Viktor Togi Rumahorbo dengan anggota Partono dan Srituti Wulandari dilansir dari detik.com. Putusan yang dibacakan dalam sidang 13 April 2020 lalu merupakan putusan atas gugatan yang dilayangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Pada amar putusan, PN Jambi menjatuhkan kepada PT. ATGA membayar ganti rugi materiil sebesar Rp160.180.335.500 dan membayar biaya pemulihan lingkungan hidup Rp430.362.687.500 atas kebakaran hutan seluas 1,500 hektar. Vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim menggunakan pertanggung jawaban  (Strict liability).

Sebelumnya Menteri Lingkungan Hidup diwakili oleh Tim Jaksa Pengacara Negara (JPN) mengajukan gugatan perdata terhadap PT. ATGA. Dalam gugatan perdata dengan perkara Nomor 107/Pdt.G/LH/2019/PN.Jmb.

Baca Juga: Sidang Pembunuhan Hakim Medan Ditunda

Awal Mula Dilayangkan Gugatan

Dijelaskan bahwa kebakaran di lahan perkebunan milik PT. ATGA tahun 2015 menyebabkkan kerusakan ekologis. Kerugian ekologi sebesar Rp112.170.187.500, kerugian ekonomi sebesar Rp47.924.148.000.

“Sehingga KLHK mengupayakan untuk meminta pertanggungjawaban korporasi yang sudah menyebabkan kebakaran hutan dan lahan tahun 2015 dan supaya tidak melakukan kelalaian yang sama dikemudian hari,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono.

“La Ode menyampaikan Jika korporasi bisa dihukum membayar ganti kerugian mutlak atas kelalaian dalam melaksanakan usahanya, misalnya tidak mempersiapkan sarana prasarana pencegah kebakaran lahan hutan” ucap Hari.

Sebelumnya ada Januari hingga Oktober 2015 lalu Jambi dilanda kabut asap yang sangat pekat. Asap yang ditimbulkan sampai masuk ke dalam kota Jambi, menurut Ahli IPB, Prof. Bambang Hero Saharjo, kebakaran itu berasal dari 1,500 hektar kebun PT. ATGA.

Akibatnya, terjadi penurunan ketebalan tanah gambut, kematian tanaman, serta beberapa hewan mati. Selain itu juga menyebabkan musnah atau kematian flora dan fauna sebesar 100 persen.