Wali Kota Jayapura Minta Penyedia Jasa Telekomunikasi Pastikan Tidak Ada Lagi Blank Spot
beritapapua.id - Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano (tengah) bersama Wakil Wali Kota Japura, Rustan Saru (kiri). (Foto: Liputan6)

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano meminta perusahan penyedia jasa telekomunikasi memastikan tidak ada lagi blank spot jaringan seluler di Kota Jayapura. Mano menegaskan upaya itu perlu untuk memudahkan penanganan situasi darurat yang bisa dialami warga.

“Peningkatan jaringan komunikasi sudah bagus, aman, dan baik, terutama di Distrik Mura Tami. Hanya saja, masih ada beberapa blank spot di wilayah kota yang harus ditangani, karena itu,” ujar Tomi Mano di Jayapura, Sabtu (23/4/2022).

Menurut Mano, blank spot jaringan seluler itu menyulitkan penanganan situasi darurat. Warga yang mengalami situasi darurat di blank spot akan kesulitan menghubungi atau meminta bantuan orang lain.

“Seperti di daerah Skyline, di belakang jalan alternatif Kantor Wali Kota, dan sebelum masuk Abe Pantai. [Di sana] tidak ada jaringan komunikasi,” ujar Mano mencontohkan.
Mano meminta Telkomsel turut membantu mengurangi blank spot jaringan seluler di Kota Jayapura. Dengan begitu masyarakat dapat merasa aman dan nyaman ketika melewati beberapa area blank spot tersebut.

“Itu pelayanan publik juga. Saya minta segera untuk dituntaskan, supaya masyarakat saya aman dan nyaman, apalagi saat keluar malam dan melintasi jalan alternatif,” ujar Tomi Mano.

Faktor Yang Membuat Sulitnya Memperkuat Jaringan

Sebelumnya, General Manager Witel Papua, Sugeng Widodo mengatakan upaya memperkuat jaringan seluler di Skyline sulit untuk dilakukan.

Menurutnya, bentang alam Skyline yang tidak rata mempengaruhi kekuatan sinyal di sana, meskipun Telkomsel sudah menempatkan BTS (Base Transceiver Station, perangkat yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara perangkat komunikasi dan jaringan Telkomsel) di sana.

Baca Juga: Terdakwa Penipuan 2,6 M di Jayapura di Vonis Bebas

“Kami sedang mengupayakan dan terus berbenah, terutama dalam mendukung program pemerintah, yaitu satu data Indonesia. Kami melakukan perbaikan layanan telekomunikasi, sehingga masyarakat selalu terhubung,” ujar Sugeng.

Menurut Sugeng, upaya menghilangkan blank spot jaringan seluler di Kota Jayapura membutuhkan kerja sama semua pihak.

“Telkomsel adalah institusi vital. Masyarakat tentu membutuhkan jaringan [seluler] seiring dengan perkembangan sektor komunikasi yang bergerak cepat. Saat ini, ada 286 BTS yang tersebar di Kota Jayapura, demi memastikan kualitas layanan jaringan telekomunikasi kami,” ujar Sugeng.