Wapres: Produksi Vaksin Covid-19 Harus Dipercepat
Beritapapua.id - Wapres: Produksi Vaksin Covid-19 Harus Dipercepat - Pikiran rakyat

Wapres: Produksi Vaksin Covid-19 Harus Dipercepat – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta untuk mempercepat produksi vaksin covid-19 oleh PT Bio Farma yang bekerja sama dengan perusahaan farmasi asal China, Sinovac.

“Memang saya berharap terutama dalam produk vaksin, seperti permintaan Presiden. Supaya lebih cepat karena situasi memang sangat membutuhkan.” kata Ma’ruf dalam pertemuan virtual dengan pihak Bio Farma, Kamis (27/08).

Ma’ruf Amin mengakui bahwa saat ini satu-satunya upaya untuk menanggulangi pandemi covid-19 adalah ketersediaan vaksin bersamaan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Ma’ruf juga mengakui bahwa tingkat penularan covid-19 masih tinggi.

“Karena itu saya kira satu-satunya jalan yang diharapkan mencegah ini adalah vaksin sehingga kami harap agar produksinya bisa cepat dilakukan,” kata dia.

Saat ini, PT Bio Farma tengah mengembangkan vaksin covid-19 buatan Sinovac. Sinovac pun sudah melakukan uji klinis tahap ketiga yang meliputi beberapa negara. Yakni, Indonesia, Bangladesh, Arab Saudi dan Turki.

Pemerintah menargetkan imunisasi massal pada awal tahun 2021, dengan catatan uji klinis vaksin tersebut berjalan dengan sukses. Selain itu, pemerintah juga menargetkan PT Bio Farma untuk bisa memproduksi vaksin sendiri, dengan target 250 juta vaksin per tahunnya.

Baca Juga: Konspirasi Djoko Tjandra dengan Jaksa Pinangki

Wapres Meminta Sertifikasi Halal Vaksin

Ma’ruf Amin juga menginstruksikan agar pengerjaan sertifikasi halal untuk vaksin covid-19 asal Sinovac dapat segera mulai.

Ma’ruf juga mengatakan bahwa sudah ada undang-undang yang mengatur bahwa seluruh produk termasuk produk farmasi wajib memiliki sertifikasi halal.

“Saya kira harus sudah mulai proses sertifikasi halalnya. Kita di Indonesia ada UU-nya bahwa semua produk termasuk produk farmasi wajib sertifikasi halal untuk memperoleh kepercayaan masyarakat dan karena mayoritas di Indonesia umat Islam,” kata Ma’ruf.

Sertifikasi ini juga penting mengingat ada kemungkinan Indonesia akan mengekspor vaksin tersebut ke luar negeri, terutama ke negara dengan penduduk mayoritas muslim. Ia pun mengharapkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan vaksin tersebut nantinya.

“Untuk (mendapat sertifikasi) halal sebenarnya tidak sulit kalau memang produk itu sangat dibutuhkan. Maka ada jalan keluarnya untuk memperoleh sertifikat halal itu,” tutup Ma’ruf.