Warga Lebak Tak Lulus SMP, Disdik Lebak Beri Bantahan
beritapapua.id - Ilustrasi anak sedang sekolah. (Foto: Istimewa)

Pemerintah Kabupaten Lebak, Dinas Pendidikan (Disdik) dinilai tidak serius menjalankan Perda No. 3 Tahun 2019 tentang Perubahan Perda No. 2 Tahun 2010. Hal ini karena pasal dan ayat yang tercantum pada Perda tidak dilaksanakan dengan baik.

Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak membantah banyak warga Lebak tak lulus SMP. Disdik mengklaim, banyak warga Lebak yang bergelar sarjana. Kepala Disdik Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi mengatakan, warga Lebak yang bergelar sarjana tidak menetap di Lebak. Sehingga populasi yang disurvei hanya warga yang menetap di Lebak.

“Betul banyak yang lulusan SMP tapi itu beberapa tahun lalu. Hasil koordinasi kami, kalau lihat data dirata-ratakan pendidikan tinggi ada di luar kabupaten,”

Baca Juga: Simak 15 Jurusan di Indonesia Yang Lulusannya Dibutuhkan di Masa Depan

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Lebak tahun 2021. Dari data BPS tersebut diketahui penduduk Lebak paling banyak lulusan SD mencapai 46,52 persen. Disusul lulusan SMP sebanyak 19,78 persen, kemudian lulusan SMA sebanyak 13,99 persen.

Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lebak merilis Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Lebak tahun 2021. Dari data tersebut, diketahui penduduk Lebak paling banyak lulusan SD yaitu 46,51 persen. Disusul lulusan SMP sebanyak 19,78 persen, kemudian lulusan SMA sebanyak 13,99 persen.