Warga Protes Atas Pembagian Sembako Yang Tidak Merata
beritapapua.id - Warga Protes Atas Pembagian Sembako Yang Tidak Merata - Timika Express

Warga Kampung Hangaitji, SP 2 Timika melakukan protes karena pembagian sembako yang tidak merata dari pemkab. Mimika.

Salah satu warga yang enggan disebutkan Namanya tersebut  mengatakan, aksi protes yang dilakukan masyarakat tersebut dikarenakan pembagian sembako yang tidak merata di kampung tersebut. Pembagian sembako ini tentu saja merupakan respon terhadap kondisi Pandemi yang tengah terjadi di seluruh dunia.

Perekonomian maupun kegiatan sehari-hari masyarakatnya sangat berubah total sejak pandemic ini sampai di Indonesia pada akhir januari lalu. Seagala upaya dan cara dikerahkan untuk menekan tingkat penyebaran pandemic agar memakan korban seminimal mungkin. Mau tak mau beberapa kebijakan seperti pembatasan kegiatan, bekerja dari rumah, dan sosial distancing berdampak sangat besar bagi kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Freeport Tingkatkan Jumlah Pemeriksaan, Tenaga, Fasilitas, dan APD

Aksi Protes Dilakukan di Depan Perumahan Pemda

Dia menjelaskan, warga lakukan aksi dengan melakukan pemalangan di Jln. SP 2 Timika, tepatnya di depan perumahan Pemda.

“Kami minta sembako yang dibagi harus merata. Kami lakukan aksi karena pembagian sembako yang tidak merata,” katanya kepada media ini dari Timika pada 4 April kemarin.

Dia bilang, masyarakat melakukan aksi itu dengan harapan supaya pemerintah menanggapi keluhan masyarakat.

“Kami juga warga Mimika. Kalau tidak merata seperti ini masalahnya di mana. Pemerintah Kab. Mimika harus lihat dan tanggapi ini,” tegasnya berharap.

Salah satu ASN yang sempat berada di lokasi aksi, mengatakan, aksi yang dilakukan masyarakat selain karena pembagian sembako yang tidak merata, juga karena dari waktu ke waktu kasus Corona terus meningkat di Timika.

“Di sisi lain timbul masalah baru, yaitu soal makanan atau ekonomi yang merosot. Warga yang mengeluh rata-rata semunya soal pembagian sembako,” bebernya.

Menurutnya, dampak langsung adalah memang pada persoalan makan dan minum. Covid-19 bikin persoalan hidup jadi rumit.

“Jadi apa yang disampaikan masyarakat itu benar. Kami harap pemerintah melihat persoalan yang akan timbul kedepan dengan betul. Selain itu harus ada kesadaran dari warga supaya angka yang positif tidak naik terus,” katanya.