Warga Serang Meninggal Dunia, Mengaku Sempat Kelaparan 2 Hari
beritapapua.id - Warga Serang Meninggal Dunia, Mengaku Sempat Kelaparan 2 Hari - Info Tanggerang

Seorang warga di Serang, Banten dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya sempat menahan lapar dengan hanya minum air gallon isi ulang selama dua hari. Warga yang bernama Yulie Nuramelia (43) itu menahan lapar selama dua hari lantaran tidak ada pemasukan akibat dari wabah virus corona atau Covid-19.

Yuli meninggalkan empat orang anak yang satu diantaranya masih bayi. Sedangkan suaminya Mohamad Holik (49) merupakan pekerja harian sebagai pencari barang rongsokan dan pemulung.

Berdasarkan keterangan yang didapat, sejak wabah corona menyebar, lapak yang biasanya menampung barang rongsokan dari Holik tutup sehingga ia tidak mendapatkan pemasukan sama sekali.

Penghasilan suaminya sebagai pemulung barang bekas hanya sebesar Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per hari. Uang itu harus dibagi untuk masak dan kebutuhan hidup lainnya.

Dengan penghasilan terhenti, Holik yang sejak wabah corona mengaku belum mendapatkan bantuan sosial dari Pemprov Banten maupun Pemkot Serang, terpaksa harus menahan lapar dengan mengkonsumsi air galon isi ulang selama dua hari.

“Sudah dua hari (belum makan). Bener, kalau bohong mah ngapain sih hanya Allah yang tahu,” kata Yuli sambil menangis dikutip dari Kompas TV.

Kesulitan yang dialami oleh keluarga Holik membuat sejumlah relawan datang memberikan bantuan. Hal ini dikarenakan melihat kondisi keluarga tersebut yang terpaksa meminum air isi ulang galon untuk satu keluarga termasuk sang anak yang masih bayi.

Rochman Setiawan, salah satu relawan yang sempat memberikan bantuan dan bertemu langsung dengan almarhumah, mengaku kaget mendengar Ibu Yulie meninggal. Dia mengaku baru memberikan bantuan pada Senin, 20 April, sekitar pukul 10.00 WIB.

“Kalau ada yang bilang keluarga Ibu Yulie enggak kelaparan, itu bohong. Waktu saya kasih bantuan, itu roti, langsung dimakan sama anaknya. Saya kaget pas dapat kabar ibu (Yulie) meninggal dunia,” kata pria yang akrab disapa Omen itu, sembari terdengar menangis saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya.

Baca Juga: Mahkamah Agung Finalisasi Pemidanaan Tipikor

Meninggal Saat Perjalanan ke Puskesmas

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Serang, Hari Pamungkas, Yuli sudah tidak sadarkan diri saat sedang dibawa ke Puskesmas Sidangdaru, Kota Serang, Senin (20/4/2020).

Sesampainya di puskesmas, berbagai upaya pertolongan telah dilakukan oleh tim medis namun nyawanya tidak berhasil tertolong. Menurut suami Yuli, sebelum meninggal Yuli tidak memiliki riwayat sakit apapun.

Menurut Hari, hingga saat ini dokter masih belum berani menyimpulkan mengenai apa penyebab Yuli meninggal dunia. Hal ini dikarenakan Yuli meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas.

“Dokter enggak berani menyimpulkan sakit apa, karena almarhumah meninggal dalam perjalanan dan di luar sepengetahuan dokter,” ucap Hari.