WHO Tingkatkan Corona Menjadi Pandemi Global, Apa Maksudnya?
beritapapua.id - WHO Tingkatkan Corona Menjadi Pandemi Global, Apa Maksudnya? - businessinsider.sg

WHO Meningkatkan Status Corona Menjadi Pandemi Global, Apa Maksudnya? – Sejak munculnya virus corona pada akhir tahun 2019 hingga saat ini masih menjadi pembicaraan hangat di kalangan semua orang. Hal tersebut tak lepas dari penyebaran yang sangat besar dan telah menginfeksi ratusan ribu orang hingga menewaskan sedikitnya 4 ribu orang di dunia. Hal ini yang membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya meningkatkan status corona dari epidemi menjadi pandemi.

Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus peningkatan status ini dilakukan tanpa mengurangi tindakan global dalam penanganannya. Hal ini dikarenakan penyebaran dari virus tersebut sudah dirasakan oleh hamper seluruh benua di dunia kecuali benua antartika.

“Menggambarkan situasi sebagai pandemi tidak mengubah penilaian WHO terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh virus corona ini. Itu tidak mengubah apa yang dilakukan WHO, dan itu tidak mengubah apa yang harus dilakukan oleh negara,” ucapnya mengutip dari CNN.

Saat ini WHO memperkirakan penyebaran dan tingkat keparahan virus corona masih akan meningkat dalam hitungan hari dan pecan ke depan. Hal ini yang membuat virus corona ditetapkan sebagai pandemi global.

”Covid-19 dapat dicirikan sebagai pandemi,” ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan RS Khusus Penyakit Menular Di Pulau Galang

Lalu Apa Maksud dari Pandemi dan Apa Bedanya dengan Epidemi?

Sebuah penyakit dikatakan sebagai pandemi ketika sudah memiliki ciri atau karakteristik minimal tiga kriteria umum yakni pertama virus yang dapat menyebabkan penyakit atau kematian, kedua penularan virus terjadi antara orang ke orang yang berkelanjutan, dan ketiga penyebaran virus terjadi di seluruh dunia.

Status ini sesuai dengan kenyatan yang terjadi di dunia saat ini. Dimana virus corona telah menyerang sejumlah negara di dunia dengan begitu cepat.

Penempatan status pandemi pada virus corona menunjukkan bahwa virus ini sudah mencapai titik tertinggi karena sudah menginfeksi lebih dari seratus ribu orang di seluruh dunia dengan begitu cepat den menewaskan setidaknya empat ribu orang.

Sebelum ditingkatnya statusnya menjadi pandemi, virus corona telah ditetapkan sebagai wabah epidemi yang artinya penyebaran virus terjadi pada area yang lebih luas di dalam satu lingkungan terbatas atau negara tertentu saja.

“Epidemi itu terjadi di satu lingkungan terbatas atau negara saja. Pandemi [terjadi di] seluruh dunia atau beberapa benua,” ujar Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Profesor Amin Soebandrio pada CNNIndonesia.com

Sejauh ini ada beberapa kasus penyakit yang mencapai level pandemi dan termasuk penyakit paling mematikan sepanjang sejarah yaitu cacar, campak, tifus, flu spanyol, flu babi, black death dan HIV/AIDS.