WNI Yang Tetap Berada Di Wuhan
beritapapua.id - WNI Yang Tetap Berada Di Wuhan

WNI Yang Tetap Berada Di Wuhan – Organisasi dunia dibidang kesehatan World Health Organization (WHO) baru-baru ini mengeluarkan deklarasinya dengan merebaknya virus baru yang sedang booming beberapa pekan ini yaitu virus corona yang sudah menjadi masalah dunia karena penyebarannya. Banyak negara-negara didunia yang beramai-ramai menolak turis asal China. Akibat dari virus ini setidaknya ada 361 orang dinyatakan meninggal dunia, dan 17,205 orang terinfeksi virus tersebut yang tersebar di beberapa negara. Negara-negara yang dikonfirmasi memiliki warga yang terinfeksi tersebut adalah Australia, Camboja, Kanada, Finlandia, Perancis, Jerman, India, Itali, Jepang, Korea Selatan, Bahkan Malaysia, dan Singapura.

Banyak juga negara-negara akibat dari penyebaran virus tersebut telah mengevakuasi warga negaranya untuk pulang ke negara mereka masing-masing. Tentu pemulangan tersebut harus melalui prosedur yang mana mereka yang ingin keluar dari Wuhan harus dilakukan steriliasasi oleh Pemerintah China. Bagi Mereka yang lulus pemeriksaan diporbolehkan untuk keluar dari kota terbesar di Provinsi Hubei, China.

Untuk Indoensia sendiri pemerintah saat ini telah melakukan upaya penjemputan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih terjebak di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Rencananya Indonesia akan memulangkan sekitar 245 WNI yang hendak dievakuasi ke Tanah Air. Batik Air dengan model Pesawat Airbus 330-330 CEO registrasi PK-LDY adalah maskapai yang membawa WNI dari China. Batik Air bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam, TNI Angkatan UDara, Pusat Perawatan Pesawat Batam Aero Technic. Namun Saat dilakukan penjemputan terhadap WNI yang masih terjebak di Wuhan, ada beberapa Warga Negara Indonesia yang memilih untuk tetap tinggal diwilayah tersebut.

Baca Juga: Banjir Bandang Menerjang Bondowoso, 200 Rumah Lebih Terendam

Mengapa WNI di Wuhan Memilih Tinggal?

Rencananya dari 245 orang yang akan dievakuasi, hanya 238 WNI yang kembali ke Tanah Air, 4 (empat) memilih tinggal meski kawasan itu adalah lokasi merebaknya virus, dan 3 orang lainnya tidak lolos pemeriksaan Pemerintah China. Beberapa WNI tersebut tidak memilih pulang ke Indonesia karena ada pertimbangan tertentu.

Plt Jubir Kementrian Luar Negeri (KEMLU), Teuku Faizasyah menyatakan “Tidak ada keterangan lain kecuali pertimbangan keluarga”. Ia juga mengaku tak ada pertimbangan spesifik apa yang membuat beberapa WNI bertahan di Wuhan. Sebelumnya para WNI tersebut telah membuat surat pernyataaan yang menyebutkan alasan mereka tidak bersedia dievakuasi. Karena misi evakuasi bersifar suka rela maka KEMLU juga tidak bisa memaksa mereka yang memilih untuk tetap tinggal.