Wor dan Yospan
Beritapapua.id - Wor dan Yospan, Dua Tarian Pelindung Asal Papua

Orang bilang wor dan yospan adalah tarian pelindung. ‘Nggo Wor Baindo Na Nggo Mar’. Artinya, tanpa upacara atau pesta maka adat akan layu. -Pepatah Masyarakat Biak.

Wor dan Yospan Dalam Festival Biak Munara Wampasi

Dalam Festival Biak Munara Wampasi, tarian wor dan yospan merupakan salah satu tarian wajib. Selain menjadi magnet turis, kedua tarian ini memiliki falsafah kuat dalam rangka melestarikan budaya masyarakat Biak. Salah satu untaian hikmah masyarakat yang populer ialah Nggo Wor Baindo Na Nggo Mar yang artinya, tanpa upacara atau pesta maka adat akan layu. Ini sekaligus menggambarkan bahwa mayoritas masyarakat Papua senang dengan upacara dan pesta adat.

Wor dalam masyarakat Biak merupakan tradisi yang bersifat religius dalam masyarakat Biak. Turun temurun dilakukan tradisi ini memiliki dua makna, yakni sebagai upacara adat, dan sebagai nyanyian adat. Dalam pelaksanaannya, wor diisi dengan tarian, nyanyian, dan upacara. Tradisi ini merepresentasikan kehidupan religius masyarakat Biak, di mana tradisi ini adalah rangkaian untuk memuji penguasa tertinggi. Selain itu, tradisi ini pula berfungsi untuk melindungi siklus hidup seseorang mulai dari kelahiran, masa kanak-kanak, remaja, dewasa, menikah, hingga akhirnya mati.

Baca juga: Lembah Baliem Wamena, Tempat Ap Molah Berulah

Masih dalam kebudayaann, Yospan atau Yosim Pancar merupakan salah satu tarian yang populer, yang juga disebut sebagai tarian pelindung kebudayaan. Tarian ini merupakan tarian kontemporer yang muncul pada tahun 1960. Nama Yosim pancar diambil dari gabungan antara tari yasim dan tari pancar, di mana tari yasim berasal dari wilayah Serui dengan gerakan yang lebih luwes, sedangkan tari pancar berasal dari Biak dengan tari yang lebih kaku. Yang menjadi ciri khas dari tari ini ialah gerakannya yang lincah dan semangat, serta disebut sebagai tarian pergaulan anak muda.

Kedua tarian tersebut, baik wor dan yospan dikatakan sebagai pelindung, baik secara filosofis atau bahkan secara teknis. Wor merupakan ritual keagamaan yang dapat melindungi penganutnya seumur hidup, serta mempersatukan masyarakat dengan budaya yang penuh semangat dan suka cita layaknya tarian yospan. Makna Nggo Wor Baindo Na Nggo Mar dalam konteks ini agaknya bermakna holistik.

Layunya budaya, bisa dilihat dari layunya masyarakat. Pesta adat dan upacara seperti wor, merupakan cara untuk menggerakkan masyarakatnya untuk melindungi warisan budaya luhur, terlebih, nilai religius yang mereka percaya akan menyelamatkan mereka.